Perang Kampanye Hitam, Butuh Kecerdasan dan Kedewasaan Pemilih Menentukan Pemimpin

Suhu politik jelang  pencoblosan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 semakin memanas. Perang kampanye hitam (black campaign) terhadap pasangan calon gubernur mulai muncul ke publik.

Pengamat politik Universitas Padjadjaran Firman Manan menilai, serangan kampanye hitam jelang waktu pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang sengaja dilakukan oleh pihak yang tak bertanggungjawab untuk memecah suara pendukung pasangan calon terkuat. Suasana perang kampanye hitam ini akan terus menghangat hingga akhir hari pencoblosan.

"Sekarangkan sudah mulai masuk periode pertengahan terakhir masa kampanye. Nah, biasanya Kampanye akan menghangat di masa terakhir," kata Firman saat dihubungi, Jumat (27/4/2018).

Dia menyebutkan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh karateristik pemilih di Jabar. Sebab, berdasarkan data pemilih, angka swing voters di awal kampanye masih cukup tinggi. Namun, setelah masa kampanye pasangan calon yang masuk periode pertengahan ini membuat masyarakat sudah melihat dan sudah siap memilih siapa calon pemimpinnya nanti.

"Pilihan masyarakat yang sudah mantab menentukan pilihannya akan terus mengerucut hingga minggu-minggu terakhir kampanye. Karena itu, kampanye hitam muncul dan semakin gencar diakhir-akhir periode masa kampanye," ujar dia.

Menurut Firman, perang black campaign yang terjadi di Pilgub Jabar saat ini berkaitan erat dengan hasil survei pasangan calon. Saat ini,  dua pasangan cagub/cawagub yakini Rindu(Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) dan Deddy-Dedi(Deddy Mizwar-Dedi mulyadi) masih berada diposisi teratas hasil survei. "Petanya semakin terlihat. Kalau kita lihat dari hasil survei, pasangan Rindu dan Deddy-Dedi masih unggul," ujar dia.

Firman mengungkapkan, serangan black campign ini bisa saja menguntungkan pasangan lain dengan beralihnya suara pemilih yang selama ini sudah menentukan pilihan. Karena, serangan black campaign akan berdampak hilangnya suara pemilih.  "Black campaign ini bisa berimplikasi kepada pasangan lain yang juga memiliki kemampuan untuk bersaing di Pilgub Jabar. Ini keuntungan bagi lawan, bukan pasangan calon yang saling serang black campaign tapi pasangan lain yang bisa berkompetitif," ungkap dia.

Firman mengatakan, masyarakat, khususnya pemilih bisa lebih bersikap dewasa, cerdas dan kritis dalam menghadapi model serangan kampanye hitam yang dimanfaatkan kelompok tertentu. Kondisi kampanye hitam yang dilakukan oknum memang ditujukan kepada pemilih untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan calon.

"Pada ahkirnya kembali lagi kepada kedewasaan, kecerdasan, dan kekritisan pemilih dalam menentukan siapa calon pemimpinnya. Mau sebanyak apapun kampanye hitam tidak akan berpengaruh. Tapi, akan jadi masalah kalau pemilih itu tidak miliki sifat tersebut," ungkap dia.

Seperti diketahui, serangan kampanye hitam mulai menyerang pasangan calon gubernur nomor urut 1 (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) dan pasangan calon gubernur nomor urut 4 (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi). Kedua tim pemenangan mulai gerah dengan aksi kampanye hitam. Bahkan, tim pemenangan Deddy-Dedi telah melaporkan tindakan dukungan kelompok relawan yang mengatasnamakan Paranormal Sunda se-Jabar ke Bawaslu, Kamis(26/4).

Serangan kampanye hitam pada pasangan Rindu muncul dari sejumlah tweet Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Cuitan Emil itu mulai ramai di dunia maya. Sedangkan, serangan kampanye hitam pada pasangan Deddy-Dedi muncul dari aksi dukungan relawan yang mengatasnamakan Paranormal Sunda se-Jabar. Dukungan paranormal ini seakan pasangan cagub nomor 4 itu mempercayai dunia mistis dan gaib untuk bisa memenangkan Pilgub Jabar.


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

KPU Tetapkan Nomor Urut Capres-Cawapres 2019: 1. Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin 2. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Saa… https://t.co/tweWko7VuD
Sinergitas TNI, POLRI dan FORKOPIMDA Kab Subang dlm rangka HUT Lalulintas ke-63 dan HUT PMI Ke-73, Fun Bike dan Lou… https://t.co/kymuwCnp68
Kejar Terget KTP-e, Disdukcapil Subang Butuh Suntikan Dana https://t.co/guaXJYrSye
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page