Bersatu di Pilgub Jabar, Koalisi PDIP-Golkar Bakal Terjadi di Subang

PDI Perjuangan dan Partai Golkar resmi berkoalisi di Pilkada Jawa Barat 2018. Langkah pertama koalisi ini adalah membentuk sebuah tim khusus bernama Tim Lima yang akan merumuskan kerjasama pemenangan Pilkada di 16 Kabupaten Kota di Jawa Barat.Barat.

TINJAU BERITA TERKAIT
Imas Aryumningsih Gagas Koalisi Besar di Pilkada Subang
Maju di Pilkada Subang, Imas Aryumningsih Beberkan Kriteria Pendamping
Imas Aryumningsih Absen di Pilkada Subang Jika Hasil Survey Rendah

"Kami akan bekerja sama dalam konteks pilkada hampir di semua daerah di Jawa Barat antara lain  Subang, Ciamis, Banjar, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Sumedang, Kota Sukabumi, Purwakarta, Kota Bandung, Cirebon Garut dan sebagainya. Untuk itu kami membentuk tim lima. Lima orang dari Partai Golkar dan lima orang dari PDI-P," kata Ketua DPD PDI-P TB Hasanudin di Bandung.

Lebih lanjut Hasanudin menambahkan, Tim Lima hanya merekomendasikan calon-calon yang akan diusung oleh kedua partai di pilkada kabupaten/kota dan tidak sampai kepada pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

"Kalau berbicara soal bupati wali kota ditentukan melalui sharing Tim Lima. Untuk gubernur kami dapat arahan dari DPP dan kami siap berkoalisi dengan siapa saja khususnya dengan partai Golkar," sebutnya.

Baca juga: Golkar dan PDI-P Gelar Pertemuan Bahas Pilkada Jabar

Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan,Tim Lima tidak hanya menentukan pasangan calon, tetapi juga akan menentukan program-program yang akan dijual kepada masyarakat oleh para calon-calon bupati dan wali kota yang akan diusung oleh PDI-P dan Partai Golkar.

"Bukan hanya pada konstruksi kebersamaan dan kesamaan dalam mengajukan nama orang dalam pilkada di derah.  Tapi juga sama-sama memilkirkan konstruksi pembangunannya, termasuk visi kebangsaan yang harus dibawa ke setiap daerah sehingga Jabar tumbuh menjadi daerah yang memiliki identitas," kata Dedi.

Tim Lima, sebut Dedi, akan merumuskan rencana-rencana kerja sama hingga pendaftaran paara bakal caalon bupati dan Wali Kota di bulan Januari 2018 mendatang.

"Sehingga Jawa Barat terpetakan secara luas karena bupati dan wali kotanya berasal. Dari kader PDI-P dan Partai Golkar yang memiliki visi kebangsaan yang sangat luas," ujarnya.

Dedi mengatakan, kedua partai hanya akan mengusung calon-calon bupati dan wali kota yang memiliki potensi kemenangan tinggi. Baik PDI-P dan Golkar sudah berkomitmen tidak akan memaksakan kehendak jika tidak ada kader yang mumpuni untuk dimajukan di pilkada kabupaten/kota.

"Fokus kami adalah fokus kemenangan dan kesejahteraan masyarakat. Maka di antara kami pasti ada satu temat diisi dan satu tempat mengalah. Prinsip dasar kami adalah visi kebangsan. Visi kebangsaan harus melahirkan visi saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak. Maka landasan survei, riset, dan berbagai aspek sosiologi lainnya akan menjadi pertimbangan pemilihaan bupati wali kota," ucapnya.

Dedi menyebutkan, Golkar dan PDI-P dipastikan bisa mengusung calon di 16 pilkada kabupaten/kota di Jawa Barat. Pasalnya, dengan hanya dua gabunga dua partai ini kuota untuk memajukan pasangan calon sudah bisa terpenuhi tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. [kompas]


Twitter Update

Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah https://t.co/33mftfbshA
Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page