FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Investasi dan PAD Subang Dinilai Tidak Seimbang

 

"Perusahaan yang sudah beroprasi diantaranya adalah  PT. Daenong Global Dawuan, PT. Wang Lin dan yang lainnya. Dan nilai investasi pada tahun 2010 yang masuk ke Kabupaten Subang mencapai kisaran Rp194 miliar lebih," Kata Hartiwan kepada TINTAHIJAU.com, Kamis (18/7/2013).

Menurut Dia, nilai investasi pada tahun 2010 yang masuk ke Kabupaten Subang yang mencapai kisaran Rp194 miliar lebih itu, kebanyakan didominasi oleh investor luar negeri atau Penanaman Modal Asing (PMA), terutama dari negara Korea dan China. "Dalam beberapa tahun terakhir, iklim investasi, pendirian usaha dan industri, seperti pendirian pabrik, di Subang tumbuh pesat, tamun pemasukan minim," ujarnya.

Menurut Hartiwan, Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Subang Tahun 2011 terungkap, di tahun 2011, pendapatan daerah yang diperoleh dari retribusi (pungutan) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada instansi BPMP hanya sebesar Rp1.351.731.650. "Saya heran, dengan nilai investasi ratusan milyar tersebut kenyataannya kurang diimbangi dengan pendapatan retribusi yang kecil. Hal ini patut dipertanyakan," ujarnya.

Selain sektor padat karya berupa pabrik garmen, pihaknya melihat banyak sektor lain yang dirambah para investor terutama investor domestik atau penanaman modal dalam negeri (PMDN), diantaranya jasa perbankan, industri/bisnis otomotif semisal leasing kendaraan, perumahan, SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) atau gas, dan masih banyak lagi.

Jika dibandingkan dengan retribusi Pengurusan KTP dan KK yang menghasilkan pendapatan hingga Rp2.661.357.250, pantas saja banyak kalangan menilai BPMP patut dicurigai karena pendapatan perizinan cuma Rp1,3 milyar. “patut dicurigai, Jangan-jangan ada pendapatan retribusi yang tidak dilaporkan yang justru nilainya lebih besar," ujarnya.

Kabid Pelayanan Perizinan pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Subang, Didin menampik tudingan tersebut, menurutnya pendapatan retribusi setiap tahunnya terus meningkat. Dia menegaskan bahwa retribusi relatif sebanding dengan nilai investasi yang berkembang. "Saya kira setiap tahunnya retribusi perizinan selalu mengalami peningkatan," ujar Didin melalui pesan singkatnya. [Warlan Putra | @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Yang Perlu Diketahui Tentang Redenominasi Rp. 1,000 Menjadi Rp. 1 https://t.co/41B6AbSENj
Kisah Nancy, Hantu Noni Belanda yang Kini Viral di Jagat Maya https://t.co/sFr1KE1uI3
Inilah Daftar HP Rp. 1 Jutaan untuk Pelajar https://t.co/gXFKS4LNMh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter