Pemerintah Subang Tuding Pertamina Tak Transparan



Ketidaktransparan juga terjadi dalam soal biaya operasional. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Subang tidak tahu berapa nilai biaya operasional yang sebenarnya. Kondisi tersebut, kata Ahmad, jelas memicu kecurigaan. Pada Tahun Anggaran 2013, Kabupaten Subang mendapatkan bagi hasil migas Rp 32 miliar yang disumbang dari gas Rp 25 miliar dan sisanya Rp 7 miliar dari minyak. Menurut Ahmad, nilai itu terlalu kecil dibanding produksi migas yang dihasilkan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Subang, Besta Besuki. Menurut Besta, saat ini ada 80 sumur di wilayah Subang yang menghasilkan gas 200 MMSCFD per tahun. Namun, berapa produksi minyak yang dihasilkan, Besta mengaku tidak paham. "Datanya ada di Pertamina," ujarnya.

Anggota panitia anggaran DPRD Kabupaten Subang Mohammad Noor Wibowo mengatakan semestinya dana bagi hasil migas yang diterima daerahnya bisa tiga kali lipat dari sekarang. "Hitung-hitungan saya, harusnya menembus Rp 100 miliar lebih," ujarnya. [nanang sutisna/tempo.co]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini