FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemerintah Subang Tuding Pertamina Tak Transparan



Ketidaktransparan juga terjadi dalam soal biaya operasional. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten Subang tidak tahu berapa nilai biaya operasional yang sebenarnya. Kondisi tersebut, kata Ahmad, jelas memicu kecurigaan. Pada Tahun Anggaran 2013, Kabupaten Subang mendapatkan bagi hasil migas Rp 32 miliar yang disumbang dari gas Rp 25 miliar dan sisanya Rp 7 miliar dari minyak. Menurut Ahmad, nilai itu terlalu kecil dibanding produksi migas yang dihasilkan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Subang, Besta Besuki. Menurut Besta, saat ini ada 80 sumur di wilayah Subang yang menghasilkan gas 200 MMSCFD per tahun. Namun, berapa produksi minyak yang dihasilkan, Besta mengaku tidak paham. "Datanya ada di Pertamina," ujarnya.

Anggota panitia anggaran DPRD Kabupaten Subang Mohammad Noor Wibowo mengatakan semestinya dana bagi hasil migas yang diterima daerahnya bisa tiga kali lipat dari sekarang. "Hitung-hitungan saya, harusnya menembus Rp 100 miliar lebih," ujarnya. [nanang sutisna/tempo.co]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Terlibat Jaringan Bom Bekasi, Seorang Warga Subang Ditangkap Densus 88 https://t.co/5XJR9k7Sya
Keripik Singkong dari Ligung Majalengka Digemari Pasar Bali https://t.co/CNhkV9SqMZ
Hadiri Pekan CSR PT. Dahana, Wakil Bupati Subang Ajak Perusahaan Berkontirbusi https://t.co/5fRGJGw4tf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page