FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Diduga Salah Input Data, Anggota DPRD Subang: Level 3 Rugikan Masyarakat



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Pemerintah Pusat memperpanjang PPKM 31 Agustus hingga 6 September 2021. Pada periode ini, Jabar bebas dari daerah level 4, sementara untuk level 2 bertambah menjadi enam daerah.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 tahun 2021, enam daerah itu adalah Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Indramayau, Majalengka dan tambahan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.  

Kepala Dinas Kesehatan dr Maxi menyatakan ada kesalahan input data di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar). Sebaliknya dia justru optimistis Subang seharusnya berada di level 1.

“Data yang diinput Pikobar itu salah. Harusnya kita level 1. Data kematian kita 30 orang, padahal tidak ada. Menurut kami itu salah input data. Malah mengambil data lama yang memang kita setorkan belakangan. Padahal ada data keterangan kematian itu kapan tanggalnya,” ujar dr. Maxi, Selasa (31/8/2021).


BERITA TERKAIT:
PPKM Diperpanjang, Jabar Bebas Level 4, Jumlah Level 2 Bertambah
Waduh, Subang Naik Ke Level 3 PPKM Jawa Bali
Subang Level 3, Kadinkes Subang: Data yang Diinput Pikobar Salah

Data di pikobar.jabarprov.go.id. tertera Subang berada di urutan ke 4 jumlah kematian tertinggi dalam seminggu terakhir, yaitu 31 orang. Setelah Kota Depok, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Bekasi. Data lainnya disebutkan, penambahan data positif seminggu terakhir yaitu 148 kasus. Sedangkan hitungan mengacu kepada data Satgas Covid yang disebar harian sebanyak 115 kasus.

“Harusnya petugas input data Pikobar harus lebih teliti dan hati-hati. Sebab ini akan merugikan banyak pihak. Mendagri mengambil dara dari Pikobar. Kami sudah menugaskan tim ke Pikobar Jabar untuk mengklarifikasi dan koordinasi. Padahal data terbaru kami input ke New All Record (NAR) itu sudah update,” tegas dr Maxi.

Menanggapi soal ini, Anggota DPRD Subang M Julian Robert mendesak Pemprov segera mengevaluasi terkait data yang salah. Politisi PKS itu menegaskan, kesalahan input data akan berdampak serius pada satu daerah

"Saya harap pemprov jabar segera evaluasi data yang salah ini. Ini berpotensi akan merugikan banyak masyarakat. Saat ini kita sedang mencoba untuk kembali memulihkan ekonomi, jangan biarkan masyarakat kembali terdemotivasi karena kesalah data," tegasnya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.




TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Warna Urine untuk Mengetahui Kondisi Tubuh Anda https://t.co/4vC2m0ziGH
Berkarakter Optimis, 3 Zodiak Ini Paling Berfikir Positif https://t.co/QSYpROsNFH
Pengamat: DPRD Harus Ikut Tanggung Jawab Soal Realisasi APBD Perubahan https://t.co/kY46uuncET
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter