FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kang Emil Minta RT/RW Rajin Lakukan Pengecekan Jika Ada Warganya yang Isoman

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau sering di sapa dengan sebutan Kang Emil, meminta agar pengurus wilayah hingga tingkat RT rutin melakukan pengecekan kepada warganya yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Seperti diketahui, Lapor COVID-19 merilis jumlah kematian pasien COVID-19 isoman di Jabar merupakan yang tertinggi di Indonesia.



Berdasarkan data per 11 Juli 2021, koalisi masyarakat itu melaporkan ada total 450 pasien COVID-19 isoman yang meninggal di Tanah Air. 160 di antaranya berasal dari Jabar.

BACA JUGA:
Jabar Perkuat Strategi Isoman Untuk Tekan BOR di Rumah Sakit
Pemerintah Siapkan Skenario PPKM Darurat Diperpanjang Hingga 6 Minggu



"Kalau bicara persentase pasti Jabar selalu punya potensi yang paling banyak karena penduduknya 50 juta, mulai dari bansos hingga vaksinasi," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers daring, Senin (12/7/2021).

Walau demikian, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyebut persentase fatalitas di Jabar masih di bawah angka nasional, yakni 1,34 persen. Pemprov Jabar pun mengusahakan penyaluran obat gratis, oksigen dan vitamin bagi pasien isoman.



"Saya perintahkan saat rapat, walikota dan bupati melakukan pengecekan melalui RT/RW, Bhabinkamtibmas agar mengecek warga yang isoman itu membaik kondisinya atau memburuk. Jangan sampai baru paham ada warga yang meninggal di rumah," tutur Kang Emil.




Sebelumnya, data itu dirilis koalisi masyarakat Lapor COVID-19 dalam konferensi pers daring CISDI 'Kolapsnya Fasilitas Kesehatan dan Kematian Pasien Isolasi Mandiri', Senin (12/7/2021).

"Hampir 450 pasien isoman (di Indonesia) yang terlacak dan terlaporkan meninggal di berbagai daerah, paling banyak itu sejauh ini di Jabar sekitar 160 yang pasien isoman, lalu di Yogyakarta, Banten dan seterusnya," tutur Co-Inisiator Lapor COVID-19 Ahmad Arif.

Arif mengatakan, sejauh ini laporan dari luar Jawa pun mulai terlaporkan seperti di Kalimantan dan Sumatera Barat. Kendati begitu, laporan yang masuk tersebut belum seintens di Jawa.

BACA JUGA:
Lawan Covid-19, Mahasiswa Penyuluh Pertanian Bogor Vaksin di Subang
Update Covid-19 di Majalengka: 2.134 Orang Jalani Isolasi

"Memang laporan belum seintens di Jabar, ini indikasi bahwa penyebaran wabah ini intens di luar Jawa, perlu sebagai catatan jumlah yang terdata ini hanya fenomena gunung es yang tidak semua terberitakan," tutur Ahmad.

Arif mengatakan, dari informasi yang terlaporkan sebagian pasien isoman meninggal karena tidak terpantau dan terlambat untuk ditangani secara medis. "Lalu kami melihat pasien meninggal itu anggota keluarganya positif, itu menyulitkan pengurusan jenazah ada risiko juga," tutur Arif.

"Ada juga pasien yang tidak mau ke RS, karena takut di-covidkan, ada beberapa orang yang tinggal di daerah rural di beberapa daerah di Jatim mereka itu menyebut sakit biasa, mereka denial covid kemudian terlambat diperiksa," kata Arif melanjutkan.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Begini Cara Mengatasi Gatal Yang Dialami Bumil Dari Sang Ahli https://t.co/FpFoyp6MIw
Usai Divaksin, Lansia di Pantura Subang Sumringah Dapat Sembako https://t.co/RrkB7cDMFi
Quote "Setiap pengalaman dalam hidup Anda diatur untuk mengajarkan sesuatu yang perlu Anda ketahui untuk maju." ~Br… https://t.co/hNQ0X5aW82
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter