DPRD Jabar Dorong Dokter Spesialis Tidak Tersentral di Pusat Kota

BANDUNG, TINTAHIJAU.com- DPRD Jabar mengkritisi sebaran dokter yang banyak di daerah perkotaan. Padahal, Jabar disebut tak kekurangan tenaga medis. Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta segera melakukan langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

Wakil Ketua Pansus IV DPRD Jabar Yod Mintaraga menyebut, dokter di Provinsi Jawa Barat jumlahnya mencapai sekitar 25 persen dari total jumlah dokter di Indonesia. Tetapi, masih mengalami krisis dokter, khususnya spesialis..

"Keberadaan dokter spesialis hanya terpusat di wilayah perkotaan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan berdampak pada masyarakat," kata Yod Mintaraga dikutip dari merdeka.com

Pihaknya mengaku sudah melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Kesehatan dengan melibatkan stakeholder terkait di antaranya Dinkes Jabar, Dinkes kabupaten/kota se-Jabar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, pakar dan praktisi kesehatan, serta unsur pendukung lainnya.

Namun, Dinas Kesehatan harus segera membuat program strategis untuk mengatasi permasalahan ini, khususnya di kawasan terpencil. "Jawa Barat itu tidak kekurangan dokter. Seperempat dari jumlah dokter di Indonesia ada di Jawa Barat, tetapi adanya kesenjangan jumlah dokter spesialis di kabupaten/kota," katanya.

"Kita akan coba mengatur hal ini dalam perda (peraturan daerah), sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan terkait kekurangan dokter spesialis," pungkasnya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel
 



Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Akhiri KNM di Desa Sukasari, Mahasiswa Universitas Majalengka Gelar Seminar Digitalpreneur https://t.co/8NPcuCDVmB
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejari Indramayu Tahan Kepala Desa https://t.co/kHczaqBY1R
Bupati Subang Jalin Kerjasama dengan ITB di Bidang Pendidikan cc @PemkabSubang @itbofficial https://t.co/N1BzabhBTF
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page