FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Komisi V DPR RI Minta Layanan Pemudik Diprioritaskan

JAKARTA, TINTAHIJAU.com - Komisi V DPR RI mengingatkan, Pemerintah harus mengutamakan layanan pada arus mudik dan balik lebaran 2019.

Hal ini terungkap pada Raker dan RDP Komisi V DPR RI Agenda ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, Kakorlantas Polri, dan Mitra terkait, membahas persiapan mudik, Selasa (21/5/2019). Anggota komisi V, Nurhasan Zaidi, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat saat lebaran harus menjadi prioritas.

"Kedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kualitas pelayanan transportasi dan infrastruktur. Permasalahan-permasalahan yang terjadi pada musim mudik lebaran tahun sebelumnya, jangan terulang lagi," kata Nurhasan

BERITA TERKAIT:
Mudik Lewat Pantura, Kenali Tiga 'Jalur Tengkorak' di Indramayu
Jelang Mudik, Perbaikan Jalan Tol Cipali Digeber dengan Tambal Sulam
Tol Cipali Berlakukan One Way, Jalur Pantura Subang Diprediksi Ramai Pemudik
Antisipasi Antrian Pemudik, Proyek Kantong Parkir Rest Area 166 Majalengka Dikebut

Euforia masyarakat menyambut mudik dengan menggunakan Jalan Tol baru hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, jumlahnya diprediksi akan melonjak. Terobosan oneway system di jalan tol dan rekayasa lalu lintas jalan non tol terutama di Pantura harus detail diantisipasi potensi masalahnya.

"Misalkan, terbatasnya rest area yang menyebabkan kemacetan disekitar rest area yg cukup pelik, untuk itu kita desak pemerintah untuk antisipasinya termasuk mekanisme penggunaan rest area sisi kanan atau berlawanan saat oneway diberlakukan, dan penyediaan rest area tipe C atau parking bay/WC Darurat dengan jarak minimal tiap 10 KM," ujar politisi PKS ini.

Angkutan Sungai dan Penyebrangan (ASDP) pun tak luput dari perhatian Nurhasan. "Tahun lalu, 2 kejadian menjelang Idul Fitri menjadi perform yang buruk bagi agenda mudik lebaran di sektor laut dan penyebrangan, pastikan ia tidak ada lagi tahun ini!" Tegas Nurhasan.

Pengawasan terhadap kapal-kapal tradisional selama periode mudik tahun ini dinilai masih lemah. Hal itu tercermin dari sejumlah kasus kecelakaan kapal yang terjadi dalam satu pekan terakhir di masa lebaran. Tegas dikatakan bahwa pemerintah harus antisipasi dan memastikan kelayakan kapal yg akan beroperasi.

"Tahun lalu KM Arista tenggelam saat berlayar menuju Pulau Barang Lompo dari Pelabuhan Paotere, Makassar. Basarnas melansir, sebanyak 73 orang menjadi korban dan 16 orang di antaranya dinyatakan tewas. Di Danau Toba, KM Sinar Bangun tenggelam pada 18 Juni 2018, Puluhan orang tewas. Pencarian korban kian sulit karena KM Sinar Bangun tidak memuat manifes penumpang."papar Nurhasan.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Twitter Update

Outlet Erafone Kini Hadir di Jatibarang Indramayu https://t.co/YS9F976Pku
Maruf Amien Kunjungi ke Ponpes Daarus Syifa Compreng Subang https://t.co/qsa4Bd6SJT
Lagu Ini Bisa Ajarkan Anak Mencintai Alam Sekitar https://t.co/8Js9xw6RBp
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page