Follow us:

Ketua DPRD Minta Dinas LH Subang Gerak Cepat Tuntaskan Masalah Pencemaran Air Irigasi

Ketua DPRD Subang Beni Rudiono marah besar dengan adanya pencemaran air irigasi di Kampung Tanjungrasa, Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Dia meminta, Dinas Lingkungan Hidup Subang bergerak cepat menuntaskan masalah ini.

Ketua DPRD Beni Rudiono meminta Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan tindakan nyata terkait adanya pencemaran air irigasi yang diduga berasal dari pabrik di daerah Purwakarta. Menurut Beni jika terbukti adanya pencemaran air, Dinas LH segera mengambil langkah-langkah kongkrit.

Air Irigasi Tercemar Limbah, Camat Patokbeusi Akan Somasi

"Infonya kan ini sudah lama. Saya minta secepatnya Dinas LH bergerak cepat. Lakukan kajian, untuk ambil kesimpulan. Ini kan merugikan warga kita juga. Kita akan panggil ya Kepala Dinasnya," kata Beni Rudiono kepada TINTAHIJAU.com

Beni meminta, jika dari hasil kajian itu ditemukan ada pencemaran air dari limbah pabrik itu, dia meminta Dinas LH menindak lanjuti secara tegas. "kalau terbukti ya harus dilakukan tindakan, bisa dengan ditindak lanjuti secara hukum. Ini kan merugikan," tandasnya

Air irigasi di daerah Kampung Tanjungrasa, Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Subang tercemar limbah yang diduga berasal dari pabrik daerah Purwakarta. Camat Patokbeusi Agung Nugroho akan melayangkan surat somasi ke pihak perusahaan

Masalah pencemaran air irigasi menjadi pembicaraan warga setempat, bahkan trending di social media. Maklum saja, pencemaran air irigasi ini sudah terjadi sejak belasan tahun. Akibat pencemaran air tersebut, berdampak pada polusi udara. Air bau tak sedap, berdampak pada tmbuhna padi dan palawija, bahkan warga mengalami gatal-gatal.

Camat Patokbeusi, Agung Nugroho baru akan mengkaji masalah pencemaran air irigasi tersebut. Maklum saja, Agung baru enam bulan menjabat sebagai Camat Patokbeusi. "Saya menjabat baru 6 bulan, dan sedang mengumpulkan data luasan pencemaran baik areal pertanian maupun pemukiman, untuk selanjutnya melakukan somasi atau bahkan classaction," kata Agung.

Danramil Cek Air Irigasi yang Tercemar Limbah Pabrik di Patokbeusi Subang
Tercemar Limbah Pabrik, Air Irigasi Berwarna Hitam dan Bau Busuk

Diakui Agung, pihaknya belum mengetahui percis masalah ini. Dengan demikian, pengumnpulan data perlu dilakukan untuk mengambil langkah-langkah. Kendatipun, jelas Agung, masalah ini semestinya menjadi agenda intansi yang mempunyai wewenang lebih tinggi, karena lokasi pabrik yang menurut informasi berada di luar wilayah Subang.

"Informasinya kan (pabrik) itu tidak berdiri di wilayah Patokbeusi, jadi kami tidak dapat berbuat banyak selain meminta untuk peninjauan kembali IPAL pabrik tersebut, apakah ada kebocoran, ataukah kurang kapasitas ataukah tidak memenuhi standar. Dan itu semestinya menjadi agenda intansi yg mempunyai wewenang lebih tinggi, karena lokasinya juga bukan di Subang," paparnya


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Subang diisi dengan pawai yang diikuti ribuan santri SELAMAT HA… https://t.co/tOuslz1xKX
Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Subang SELAMAT HARI SANTRI.... https://t.co/Y3BIkFfKT9
Ratusan Pelajar Santi Asromo Majalengka Ikuti Super Camp 2018 https://t.co/IusvblsvZr
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page