Follow us:

Belasan Orang Meninggal, Fraksi PKS: Perlindungan TKI Masih Lemah

Dalam lima bulan, sudah 14 TKI asal Subang meninggal dunia di negara tempat kerja. Ketua Fraksi PKS Subang menilai, ini salah satunya disebabkan lemahnya hak perlindungan TKI dari pemerintah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Asep Hadian mengatakan, kasus tewasnya TKI di luar negeri sudah terjadi sejak lama. Bukan hanya di level Subang, namun masalah ini sudah urusan nasional. "Lagi-lagi lemahnya perlindungan Tenaga Kerja Kita di luar negri," kata Asep Hadian kepada TINTAHIAJU.com

Soal Nasib Buruh, Kepala Disnakertrans Subang Diminta Mundur
Pabrik Bangkrut; 2 Kali Puasa, 2 Kali Lebaran Nasib Buruh di Subang Menderita
Innalillahi! Sudah 13 TKI Asal Subang Meninggal Dunia


Dia menegaskan, jatuh korban TKI di luar negeri jatuh korban bisa diminimalisasi jika ada political will dari pemerintah. Asep melihat cara Philipna melindungi warganya yang menjadi buruh migran di luar negeri.

"Dan berikutnya adalah masih banyaknya warga kita yang bekerja di jalur ilegal, ini tugas kita semua pihak terutama para aparatur pemerintahan Dinas Tenaga Kerja, Kecamatan dan Desa untuk terus menerus memberikan penyadaran kepada warga jangan coba-coba untuk menjadi TKI Ilegal, karena walau bagaimanapun juga jadi TKI Ilegal banyak madhorotnya," paparnya

Asep meminta pemerintah melakukan pendataan TKI di luar negri yang dinilai masih minim. Dinas Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi, tegas Asep, harus proaktif bekerjasama dengan pemerintahan kecamatan & desa untuk mendata jumlah ril warga yang berangkat menjadi TKI

"Sesungguhnya jumlah warga Subang yang menjadi TKI di luar negri baik jalur resmi maupun tidak resmi, data ini harus didapat secara akurat. Karena kalau menunggu pihak keluarga TKI yang lapor akan sulit karena masalah kesadaran, kalau ada masalah mereka baru melaporkannya. Sehingga kalau ada data yang jelas, masalah-masalah tersebut bisa dicegah atau diminimalisir dari sejak awal," tandasnya

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Subang mencatat ada sebanyak 14 orang yang meninggal dunia di luar negeri. Dan kebanyakan mereka yang sudah habis masa kerjanya maupun pasportnya alias overstay. [Annas Nashrullah]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Guru SD jadi Primadona Ribuan Pelamar PNS di Majalengka https://t.co/KDflrFMPXS
Hilang Setahun di Hutan Cikole, Kerangka Mak Titing Ditemukan di Daerah Ciater https://t.co/r9K0UqN7Ns
Soal Bonus Atlit, Plt Bupati Subang 'Lempar Bola' ke KONI https://t.co/4tBtdxpeDt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page