Kiyai Maman Imanulhaq: Hijrah Bukan untuk Berperang

Ketua Lembaga Dakwan PBNU KH Maman Imanulhaq mengatakan hijrah bukanlah untuk ikut berperang di negara lain yang dilanda konflik sebagaimana yang dipropagandakan kelompok teroris.

"Langkah itu jelas tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah. Hijrah itu bukan untuk melakukan kekerasan, apalagi pembunuhan," kata Maman di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, hijrah pada hakikatnya adalah sebuah semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan bermakna.

Oleh karena itu, lanjut dia, hijrah sebaiknya dilakukan dengan niat yang tulus dengan cara melepaskan diri dari belenggu ambisi pribadi, kepicikan, dan kepentingan sesaat.

"Manusia yang hijrah harus selalu memiliki optimisme dalam menyongsong masa depan yang semakin baik," kata pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka, Jawa Barat, itu.

Ia menuturkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah karena tekanan yang luar biasa dari kafir Quraisy yang sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa Rasulullah dan para pengikutnya.

Di tempat baru Rasulullah mengembangkan Islam dan membangun tatanan kehidupan, kebudayaan, dan peradaban yang sehat, adil, baik, sejahtera, dan manusiawi.

"Siapa pun yang ingin mewarisi semangat hijrah harus mempunyai gairah untuk terus mencari hal-hal yang baru, baik, dinamis, dan progresif dalam kehidupan yang kaya warna dan nuansa," kata dia.

Dalam konteks Indonesia saat ini, kata Maman, hijrah bisa dimaknai sebagai perjuangan melawan segala bentuk ketidakadilan, kekerasan, penindasan, narkoba, korupsi, serta upaya-upaya disintegrasi yang mengancam keutuhan NKRI.

Sementara dalam konteks dunia dan global, lanjut anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB ini, semangat hijrah bisa diisi dan diwarnai dengan perjuangan yang tak kunjung usai untuk menegakkan keadilan dan perdamaian. [ant]

__________

Dapatkan lintasan berita via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Sambut Pilkada, Polres Majalengka Petakan Potensi Rawan Konflik https://t.co/ztyuHTGtMl
Ngeri! Seorang Pamong Desa di Majalengka Bacok Kepala Warga https://t.co/vaaHWk2bLZ
Peringati Hari Antikorupsi, KAMPAK: Usut Kasus Honorer Bodong 2013 https://t.co/6BcDUHym92
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page