Linda Megawati Minta Pemkab Siapkan Ruang Bermain untuk Anak

TINJAU SUBANG- Anggota DPR RI LInda megawati meminta pemerintah menyiapkan ruang bermain terbuka sebagai media bermain dan berkreasi anak. Ruang bermain ini sebagai salah satu bentuk aplikasi Kota Ramah Anak.

TINJAU BERITA LAIN:
Linda Megawati Ajak Warga Subang Terapkan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Linda Megawati Dinobatkan sebagai Perempuan Berprestasi
Subang Belum Ramah Anak, Linda Megawati: Perkuat Ajaran Agama


Hal itu disampaikan Linda Megawati saat memberi sambutan pada Hari Anak nasional di Universitas Subang Jl. RA KArtini Subang, Senin (23/7/2017). " kota ramah anak perlu diarahkan pada pengembangan ruang bermain dan berkreasi pada anak, dengan menggandeng Desa sebagai basis utamanya," kata Linda.

Kehadiran Kota Ramah Anak ini menjadi salah satu strategi memberi dan melindungi hak anak, sekaligus menjaga anak dari kejahatan dengan sasaran anak-anak. Hal lain yang harus dilakukan, kata Linda adalah orang tua memposisikan perlindungan anak menjadi hal utama. Langkah lain adalah dengan mengimplementasikan aturan yang sudah ada, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

"Kita semua harus menyadari bahwa keberlangsungan hidup sebuah peradaban tergantung pada bagaimana menyiapkan generasi tangguh dan berakhlak mulia untuk menggapai masa depan," kata Anggota DPR dari Fraksi Demokrat tersebut.

Lebih dari itu, paparnya, untuk mengurangi angka kekerasan pada anak, penguatan peran dan fungsi keluarga sangatlah penting. Dan berkaitan dengan semakin kompleksnya aksi kekerasan pada anak, maka orang tua juga harus meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana pola pengasuhan anak yang benar dan tepat.

"Oleh karena itu, masalah kekerasan pada anak perlu disikapi dengan tindakan yang integratif. Perlu sejumlah langkah agar masa depan bangsa tetap lestari. Di antara langkah itu adalah menjadikan perlidungan anak sebagai hal utama," iombuhnya.

Linda menguraikan, anak Indonesia saat ini dalam jerat masalah yang serius. Memang ada kemajuan dalam penyelenggaraan perlindungan anak, di mana kasus pelanggaran anak mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 ada 5.066 kasus, tahun 2015 ada 4.309 kasus, dan tahun 2016 terdapat 4.620 kasus. Namun demikian, persoalan kekerasan pada anak semakin kompleks; di antaranya munculnya kasus perundungan (bullying) dan kejahatan siber (cybercrime).

Peringatan semacam ini, jelasnya, hanyalah momentum kita untuk bersama-sama saling memberikan informasi dan saling mengingatkan bahwa sesungguhnya setiap hari adalah hari anak. "Kita tak boleh lengah dari kewajiban kita untuk mengasuh anak secara benar dan tepat. Sebab, sebagaimana kita ketahui bersama, anak adalah masa depan. Mengasuh anak berarti sedang menyiapkan masa depan gemilang," paparnya.

"Melindungi anak berarti kita sedang merancang sebuah suasana merdeka; yang mana anak akan mendapatkan haknya sebagai manusia, bukan sebagai makhluk kecil tak berdaya. Pada saat anak terlindungi, maka mereka akan dapat mengembangkan potensinya dengan baik, yang kemudian pada perkembangannya bangsa ini akan memanen atas apa yang telah ditanam; yakni banyaknya SDM berkualitas tinggi yang mampu mempertahankan negeri ini akan tetap berdiri tegak di atas kaki sendiri," pungkas Anggota DPR dari Dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang tersebut.

_____________
Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Banner Kanan 1

Twitter Update

Bupati Majalengka Lantik Ratusan Pejabat Eselon III dan IV https://t.co/XW6Z9WRsCD
Alasan Maman Imanulhaq Pilih Berpasangan dengan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar Cc @kang_maman72 https://t.co/MxT5Y9fhjd
Alasan Maman Imanulhaq Pilih Berpasangan dengan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar https://t.co/MxT5Y9fhjd
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page