FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Panglima Santri Jabar Usulkan Hari Anak Yatim Nasional



BANDUNG, TINTAHIJAU.COM – Pandemi COVID-19 bisa menjadi momentum tepat bagi bangsa Indonesia memiliki hari anak yatim nasional.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) bertema “Inspirasi Anak Yatim” di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021).

Mengutip Data Kementerian Sosial RI, Uu yang dijuluki sebagai Panglima Santri Jabar ini menyebutkan sekitar ada 4 juta anak yatim piatu di Indonesia, 20.000 di antaranya orang tuanya meninggal karena COVID-19. Jumlahnya akan semakin bertambah karena pandemi belum usai.  "Pemda Provinsi Jabar tengah mendorong Pemerintah Pusat membuat sebuah hari nasional dengan judul 'Hari Anak Yatim," ujar Uu Ruzhanul Ulum.


BERITA LAINNYA
Ratusan Yatim-Piatu Karena Covid-19 di Majalengka Mulai Dapat Bantuan
5.642 Anak di Jabar Jadi Yatim- Piatu Karena Covid-19
Pemprov Jabar Siap Bantu Biaya Pendidikan Anak Yatim akibat COVID-19




"Kenapa tidak, sebagai bentuk penghargaan kepada mereka ada hari anak yatim yang nanti dijadikan hari nasional. Ini momentum negara peduli ada legalitas ingin dilahirkan keputusan itu," tambahnya.

Pak Uu mengatakan usulan ini telah mendapat dukungan banyak pihak mulai berbagai komunitas masyarakat, para organisasi dan filantropis individu, dan kalangan ulama. Khusus dalam tradisi Islam 10 Muharram diyakini sebagai hari spesial bagi anak yatim piatu atau lebarannya anak yatim, yang bisa jadi inspirasi tambahan.    

"Proses ini sudah berjalan dari tahun kemarin. Alhamdulillah banyak dukungan dari berbagai lembaga. Tanda tangan dan surat dukungan dengan kop organsiasi lembaga termasuk ponpes mengalir terus. Pak Gubernur Ridwan Kamil memberikan dorongan untuk ikut mendorong Hari Anak Yatim," tuturnya.

Menurut Uu, anak yatim piatu yang kekurangan pada dasarnya bisa digolongkan fakir miskin dan anak terlantar yang harus dipelihara negara sesuai amanat Pasal 34 UUD 45. Bantuan bagi anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena COVID-19, bisa lebih pasti dan transparan jika ada landasan hukumnya.

"Kalau sudah (jadi hari besar) bisa dimasukkan Peringatan Hari Besar Nasional. Jadi bisa membuat kode rekening, nomenklatur untuk memberikan bantuan langsung kepada anak yatim,” katanya.




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Dalam 10 Bulan, Pemkab Purwakarta Bertabur Penghargaan https://t.co/CIclG8woX6
Tempati Lahan 15 Hektarem Pesantren Tahfidz - Agrobisnis Bakal Hadir di Desa Cisampih, Subang https://t.co/kpXmNeOuiK
Alami Kenaikan, Penerimaan ZIS di Baznas Subang Capai Rp2.3 Miliar https://t.co/xTKRixDMbG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter