FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kasus Covid-19 Bertambah, Subang Turun Level dengan Status Zona Hijau

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Bupati Subang H. Ruhimat mengikuti rapat koorinasi bersama Gugus Tugas COvid-19 Jabar terkait perkembangan Kasus Covid-19 di ruang segitiga pendopo Kabupaten Subang.

Dalam rapat yang digelar di Rumdin Bupati itu terungkap data peta Zona resiko Kabupaten kota di Jawa barat periode 3-9 Agustus. "Berdasarkan data BLC GTN, Kabupaten Subang level resikonya  turun dari sebelumnya resiko sedang ke level resiko rendah," kata Bupati Subang

Dari laporan level kewaspadaan periode 3 hingga 9 Agustus 2020, tidak ada lagi Zona Merah atau daerah Risiko Tinggi di Jabar. Pada periode tersebut, 14 kabupaten/kota termasuk ke dalam Zona Oranye (Risiko Sedang) dan 13 kabupaten/kota masuk Zona Kuning (Risiko Rendah).

BERITA LAINNYA:

Terus Bertambah, Jumlah Positif Covid-19 di Subang Tembus 97 Orang

Empat PNS Subang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sempat Takut, Karyawan PT Pesat Global Subang Mengaku Tenang Setelah Tes Swab

 

Sementara di level kecamatan, hingga 5 Agustus lalu, terdapat 228 kecamatan atau sekitar 36 persen merupakan Zona Hijau.

Meski masih terdapat kenaikan kasus terkonfirmasi di sejumlah daerah, rata-rata angka Reproduksi Efektif (Rt) COVID-19 di Jabar pada 28 Juli hingga 9 Agustus berada di angka 0,86.

Video confrence ini diikuti Presiden Joko WIdodo. Dalam arahannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Jokowi mengingatkan untuk terus menaati protokol kesehatan hingga vaksin COVID-19 telah selesai diuji dan bisa digunakan.

Dalam rapat koordinasi yang diikuti bupati/wali kota, termasuk Bupati Subang secara virtual itu, Presiden juga mengingatkan mengenai pentingnya strategi intervensi berbasis lokal, di mana PSBB tingkat desa/kampung atau penanganan dalam skala kecil bisa memudahkan untuk memutus rantai penularan virus SARS-CoV-2.

Presiden juga menyoroti terkait manajemen krisis terutama dalam kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, khususnya memakai masker. Presiden berujar, penggunaan masker adalah kunci keberhasilan memutus rantai penularan COVID-19 sekaligus mendukung dalam kebijakan aktivitas perekonomian.

Presiden juga menegaskan bahwa urusan kesehatan dan ekonomi adalah dua hal yang sama penting sehingga kepala daerah harus jeli mengatur dua hal tersebut selama pengendalian pandemi.

Presiden pun berpesan agar pemerintah daerah segera merealisasikan belanja APBD untuk mendorong pemulihan ekonomi. Hal itu juga menjadi upaya pemerintah agar Indonesia tidak masuk ke dalam resesi setelah pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal kedua minus 5,32.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar sekaligus Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan, Jabar merupakan provinsi paling rawan dalam penularan COVID-19 dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa.

Namun, kekompakan semua pihak mampu membuat jumlah kasus di Provinsi Jabar berada di urutan kelima dari 34 provinsi di Indonesia.

Dalam kegiatan Video Conference tersebut, Bupati Subang, didampingi Dandim 0605 Subang bersama unsur Forkompimda Kabupaten Subang.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Majalengka Bekuk Komplotan Pelaku Bobol Baterai Tower https://t.co/ofR3jM47kX
Ini Ciri-ciri Kehamilan 2 Bulan yang Wajib Mama Ketahui https://t.co/QtrAIKHCeI
Jelang Musim Hujan, Dinkes Subang Waspadai Efek Bencana Alam https://t.co/QXI1DnhbSH
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter