FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Demi Ketahanan Pangan, Bupati Subang 'Hibahkan' 50 Hektare untuk NU

SUBANG, TINTAHIJAU.com- Bupati Subang H. Ruhimat akan memberikan hak guna pakai lahan seluas 50 hektare dari 400 hektare milik PT Rajawali Nasional Indonesia (RNI).

Hal ini disampaikan Bupati usai membuka Pelatihan Hidroponik bersama PCNU dan Muslimat NU Subang dengan tema membangun ketahanan Pangan di Situasi Pandemi Covid19 Menuju Kemandirian Nahdlatul Ulama Untuk Perdamaian Dunia.

"Kami sudah dapat izin untuk ikut mengelola lahan RNI, ada 400 hektare. Dan saya akan siapkan, apabila dibutuhkan untuk PCNU untuk keluarga besar nu 50 hektare," kata Bupati

VIDEO PILIHAN: Jadi Petani Milenial di Jabong Hydro Farm Subang

Ini diberikan Bupati sebagai apreisasi terhadap PCNU dalam kaitannya peran aktif dalam ketahanan pangan dan penguatan lahan produktif.

Program yang dipelopori PCNU ini, kata Ruhimat pelatihan hidroponik tersebut selaras dengan fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Subang saat ini  berkeinginan untuk lebih memajukan dunia pertanian.

Bukan saja memberikan kesempatan kepada NU untuk menggarap lahan RNI sebagai perkebunan hidroponic, Bupati juga akan mengajak Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk menggerakan program penanaman dengan memanfaatkan lahan yang ada. "Akan saya intruksikan, di tingkat Kecamatan dan desa untuk punya kebun hydroponic ini," jelasnya

BERITA LAINNYA:

Gandeng Jabong Hydro Farm, PCNU Subang Gelorakan Gerakan Berkebun

Berkebun Hidroponik, Tetap Produktif di Tengah Pandemic

Optimalkan Hidroponik, Cara Kiki M Iqbal Pertahankan Stok Pangan Saat PSBB



Ketua PCNU Subang KH Satibi mengatakan, dasar pemikiran dari program ini adalah potensi yang dimiliki Subang. Dia mengatakan Subang sangat menjanjikan di bidang pertanian, bahkan menjadi salah satu daerah lumbung padi Jabar dan Nasional

"Maka harus kita garap, bagaimana pertanian ini produktif dengan lahan yang ada. Selama ini kan lumbung padi saja, maka saya garap yang lainnya, sayuran misalnya. Ini dalam rangka untuk ketahanan panganan," kata KH Satibi

Bukan hanya untuk kalangan NU, program berkebun ini harus menjadi niatan semua pihak, tidak hanya untuk kalangan masyarakat Subang, tapi masyarakat Nasional.

"Kita harus betul-betul memanfaatkan kembali lahan yang ada, sehingga produktif. Apalagi saat ini kondisinya masih pandemic. Kenapa dengan hydroponic, ini hanya salah satu cara saja. Di sisi lain, dengan sistem ini tidak perlu banyak lahan, dan hasilnyapun lebih bagus lagi," terang KH Satibi yang didampingi Ustadz H Toto Ubaidillah

Gerakan kembali berkebun, jelas KH Satibi, ke depan, bukan saja akan dilakukan di Subang, tapi akan digerakkan di masyarakat Jabar, terlebih di kalangan pesantren.

"Kita memberikan solusi tentang ketahanan pangan. Paling tidak masyarakat, khususnya warga NU, punya daya punya upaya untuk memeprtahankan pangan. Santri tidak hanya mengaji, tapi ada yang menggarap pertanian," terangnya

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Mengenal Perjuangan KH Muhyidin, Pejuang dari Subang yang Diusung Jadi Pahlawan Nasional https://t.co/vboXKeZkZs
Ini 5 Tempat Berswaphoto yang Instagramble di Majalengka Kota https://t.co/U9GH9A3e99
Ini Syarat untuk Dapat Bantuan Rp600 Ribu bagi Pekerja Gaji di Bawah Rp5 Juta https://t.co/hHNY2EQMoo
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter