FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ridwan Kamil: Penerapan 'New Normal' Harus Berbasis Data



Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai penerapan new normal di Jawa Barat harus berbasis dengan data. Ia juga menegaskan, konsep new normal tersebut berbeda dengan pelonggaran atau relaksasi pembatasan sosial.

"(Tatanan normal baru) ini bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap normal baru. Kami di Jabar harus berbasis data. Kalau datanya memungkinkan maka adaptasi bisa dilakukan," kata Emil --panggilan Ridwan, saat mendampingi Presiden Jokowi di Bekasi, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, saat ini ada lima level kewaspadaan di Jabar, yaitu zona hitam (kritis), zona merah (berat), zona kuning (cukup berat), zona biru (moderat), dan zona hijau (rendah). Penerapan pembatasan kegiatan di Jabar pun disesuaikan dengan status daerah itu sendiri.

BACA JUGA:
Hasil Evaluasi Tahap I, Ridwan Kamil: PSBB di Jabar Dilanjutkan
Ridwan Kamil Minta Polisi Siaga 1, Ini Alasannya
Ridwan Kamil Terapkan 5 Level Kewaspadaan Pasca Evaluasi PSBB di Jabar
Ridwan Kamil Ungkap Hasil Rapid Test: 2 Ribu Orang Positif Corona


Ia menjelaskan, pada prinsip new normal, ada beberapa protokol baru yang harus diadaptasi. Misalnya, lokasi niaga kini wajib mengumumkan kapasitas karyawan atau pengunjungnya.

"Tempat usaha wajib mengumumkan berapa kapasitas. Kalau tadinya (kapasitas) mungkin 10 ribu (orang) sekarang diumumkan hanya 5 ribu. Bagaimana tahunya itu sudah 5 ribu? Nanti satpam-satpam akan menghitung, kalau sudah lewat (5 ribu) maka yang di atas 5 ribu antre dulu di luar, di sebuah tempat, nanti orang keluar, dia masuk," terang Emil.

BACA JUGA:

5 Daerah di Jabar Bisa Berlakukan New Normal

Majalengka Siap Songsong New Normal di Tengah Wabah Virus Corona


"Kemudian nanti masuk ke dalam sebuah tempat usaha, nanti di depan sebuah restoran juga harus ada pengumuman. Restoran ini hanya menerima per satu waktu misalkan sepuluh meja dari tadinya 20 (orang), sehingga orang yang kesebelas dia bisa nunggu dulu menunggu orang kesepuluh keluar baru dia masuk," sambung dia.

Selain itu, hal yang perlu diterapkan dalam protokol baru adalah kewajiban pengunjung untuk menggunakan masker dan sarung tangan, seperti di pusat perbelanjaan. Sehingga, benda-benda yang dijual di dalam supermarket tidak menjadi media penularan virus corona.

"Dan yang paling berat yang akan kita kaji adalah adaptasi baru untuk sekolah. Jadi tadi hari ini Presiden melakukan simulasi jika nanti mal-nya sudah mulai bisa dibuka, itu proses simulasi (tatanan normal baru) seperti apa," pungkasnya.

Sumber: Kumparan | Foto: Dok. Pemprov Jabar

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Terima Penghargaan Sebagai Sahabat Anak dari Kak Seto https://t.co/2C1UWcfQB5
Kasus Covid-19 Bertambah, Subang Turun Level dengan Status Zona Hijau https://t.co/fNwbFlfRjP
Undang Dua Dinas, Bupati Bicara Soal Peluang Pengembangan Industri di Subang https://t.co/qpA3EhoUGq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter