FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tok! Idul Fitri 1441 H Jatuh Pada Ahad 24 Mei

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1441 H jatuh pada Ahad (24/5). Hal ini diumumkan setelah Kemenag menggelar Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1441 Hijriyah di kantor pusat Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).

Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan, dalam melaksanakan sidang Isbat Kemenag selalu menggunakan dua metode, yaitu metode hisab dan metode rukyat. Menurut dia, dua metode ini bukan metode yang saling dibenturkan, tapi untuk saling melengkapi dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Menurut Fachrul, sidang Isbat ini diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh anggota Tim Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Berdasarkan metode hisab, menurut dia, disampaikan bahwa ketinggian hilal berada di bawah ufuk, yaitu antara minus 5,17 derajat sampai minus 3,58 derajat.

Selain itu, menurut dia, dari seluruh 80 titik di seluruh wilayah Indonesia para petugas juga tidak ada yang melihat hilal. Karena itu, sidang isbat menetapkan secara resmi bahwa Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah jatuh pada Ahad (24/5) lusa.

“Dengan dua hal tadi, yaitu berdasarkan hisab posisi hilal masih di bawah ufuk dan lalu laporan rukyatul hilal tidak melihat hilal, karenanya sidang Isbat secara bulat menyatakan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Ahad tanggal 24 Mei 2020,” ujar Fachrul saat konferensi usai sidang Isbat, Jumat (22/5).

Dia berharap, dengan hasil sidang Isbat ini seluruh umat Islam Indonesia bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri secara bersama-sama. Menurut dia, hasil sidang ini juga diharapkan bisa menjadi cerminan kebersamaan umat Islam Indonesia.

Dia menambahkan, Pemerintah Arab Saudi pada tahun ini juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Ahad (24/5) lusa. “Kebersamaan ini mudah-mudahan menjadi wujud dari kebersamaan kita sesama anak bangsa untuk menetap masa depan bangsa kita,” katanya.

Sidang Isbat ini diikuti oleh Ketua Komisi VII DPR, MUI, para pimpinan ormas Islam, para ahli ilmu falak atau astronomi, ketua LAPAN, BMKG, dan sejumlah lembaga terkait lainnya. Karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sidang isbat ini berlangsung secara virtual dengan hanya beberapa orang saja yang hadir.

Protokol kesehatan juga diterapkan oleh tim yang memantau hilal di lapangan. Setidaknya ada 80 tim yang memantau hilal di seluruh Indonesia untuk menentukan awal bulan Syawal 1441 H. Mereka kemudian melaporkan hasilnya melalui sidang isbat di kantor pusat Kemenag, Jakarta.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Perkuat Ekonomi Desa, Pemprov Jabar Kembangkan Desa Digital https://t.co/I8RchrZe1b
PPP Tularkan Gerakan Kebaikan Bagi Generasi Muda Majalengka https://t.co/IGQ2zL0NvW
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia Tembus 240.687 Kasus https://t.co/OijkA7Y3tc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter