FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Fix! BIJB Majalengka Jadi Embarkasi dan Asrama Haji di Indramayu

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Kementerian Agama memastikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, akan digunakan untuk pemberangkatan umrah dan haji tahun ini.

Hal itu disampaikan Menteri Agam Fachrul Razi dalam kunjungan kerja ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Selasa(7/1/2020).

BERITA TERKAIT:

Ada BIJB, Angka Kemiskinan di Majalengka Capai 10% dari 1,2 Juta Jiwa

Selama 2019, BIJB Kertajati Majalengka Layani 460.848 Penumpang

Ada BIJB, Ketua DPRD Majalengka Ingatkan Pemkab Soal SDM Lokal


Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pemerintah telah memutuskan pada 2020 embarkasi umrah dan haji untuk daerah Provinsi Jabar sudah bisa dijalankan di BIJB.

Dengan berbagai fasilitas yang sudah lengkap di bandara ini diharapkan masyarakat semakin nyaman dengan kemudahan akses dari tempat tinggal ke tempat embarkasi.

"Memang ada beberapa yang sedikit sempit. Saya kira tinggal dibenahi sedikit sudah bagus. Kita doakan bersama agar tempat embarkasi makin baik," ujar Fachrul di BIJB, Selasa (7/1).

Untuk menunjang pemberangkatan umrah maupun haji di BIJB, Kementerian Agama akan berupaya menambah fasilitas fast track, atau perekaman biometrik untuk kepentingan imigrasi Arab Saudi. Dengan demikian pemberangkatan ibadah bisa lebih mudah dan efisien.

"Sehingga jemaah bisa langsung naik bus. Gak usah lagi melalui imigrasi, dan itu sudah dilakukan Saudi saat akan ke sana" ujarnya.
Menurutnya, selama ini asrama haji dan umrah paling besar berada di Kota Bekasi. Sedangkan untuk menunjang BIJB belum ada asrama di sekitarnya.

Saat ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah tengah membangun asrama yang berada di Indramayu. Sedangkan, asrama yang di Majalengka masih dipertimbangkan oleh Pemprov Jabar.

"Sambil berjalan (umrah dan haji) kita benahi. Tapi semua siap mem-back up. Keinginan pak Jokowi supaya semua langsung cepat gak ada yang terlambat sedikitpun," ujarnya.

Menurutnya, saat ini kuota haji Jabar sebanyak 38.852 jemaah dan terbagi dalam 97 kelompok terbang (kloter). Nantinya seluruh emaah haji akan diberangkatkan dengan bus dari Asrama Haji Bekasi menuju BIJB Kertajati," katanya.

Sedangkan secara keseluruhan, kuota haji dari Indonesia sudah pasti bertambah 10 ribu, dari sebelumnya 221 ribu jemaah menjadi 231 ribu jemaah. "Kalau buat kita ga peduli mau namanya kuota atau apa, yang penting ada tambahan," paparnya.

Menag mengungkap alasan mengapa jumlah kuota tidak ditambah yaitu karena yang menentukan adalah Organisasi Kerja sama Islam (OKI). "Kuota haji itu yang menentukan OKI, bukan Aras Saudi, itu menurut menteri haji mereka," katanya.

Dengan demikian kuota haji untuk Indonesia tetap sebanyak 221.000 orang. "Tapi kalau kita ingin minta tambahan 10 ribu, boleh. Kami ajukan tambahan, dapat tambahan, tapi bukan tambahan kuota, tambahan jemaah 10 ribu," katanya menegaskan.

 Sumber: IDNTimes


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, 9 Pasien Covid-19 di RSUD Cideres Berangsur Membaik https://t.co/4EARTLNs6A
Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter