Larang Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging, Distan Subang Ungkap Dampaknya

SUBANG, TINTAHIJAU.com - SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Subang Asep Nuroni melarang penggunaan plastik untuk bungkus hewan kurban. Dia memaparkan dampak dari penggunaan plastik untuk bungkus daging.

Asep menganjurkan, panitia hewan kurban menggunakan daun pisang, dan daun jati atau besek bambu untuk membungkus daging kurban yang dibagikan ke warga. Alasannya, ada zat yang terkandung dalam kantong plastik yang membuat daging tersebut terkontaminasi.

"Yang kita khawatirkan, penggunaan plastik untuk bungkus daging itu zat pewarnanya bisa nempel di daging, yang kedua kita khawatir ada zat yang ada di plastik terkontaminasi ke daging. Itu kan untuk kita konsumsi. Jadi saya sarankan pakai daun-daunan saja atau besek dari bambu," kata Asep Nuroni

Asep juga menghimbau warga yang hendak membeli hewan kurban, memilih hewan kurban yang sudah berkalung tandas sehat. Asep memaparkan, dari awal Agustus ini, pihaknya menerjunkan ratusan tim eksehatan hewan untuk memeriksa kondisi hewan kurban.

Hewan kurban yang sudah dinyatakan sehat, ditandai dengan dikenakan kalung sehat. "Harus hewan kurban yang sudah ditandai atau dikasih kalung. Karena sudah dipastikan kelayakannya dan kesehatannya," tadnasnya


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5
Banner Kanan 2
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kondisi SDN Cinta Warna Menanti Sentuhan Cinta Pemkab Subang https://t.co/MclwccFYbR
Langgar Lalin, Pelajar di Subang Disanksi Ucapkan Pancasila https://t.co/WHlyK0dyNA
Senyum Sumringah Pedagang Pasar Kalijati Jelang Nataru https://t.co/heAa16Kmnq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page