Setiap Sabtu, Pedagang Direstui Berjualan di Alun-alun Subang dengan Syarat Ketat

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Upaya puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Alun-alun membuahkan hasil. Pemkab Subang akhirnya merestui permintaan mereka dengan syarat ketat.

Kesepakatan yang ditandatangani oleh 10 perwakilan itu berlangsung di Rumdin Bupati, Jumat (3/5/2019). Pj Sekda Aminudin yang memimpin pertemuan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Rona Mairiansyah, Kepala Satpol PP & Damkar Tatang dan Kabag Pemerintahan Nana Mulyana.

Aminudin menegaskan aktivitas pedagang berjualan di Alun-alun sifatnya hanya sementara, sampai Pemkab memberikan ruang atau lokasi yang lebih representaif untuk puluhan pedagang di sekitar Alun-alun dan Gedung Dakwah. Dari dua hari yang diminta pedagang, yakni Sabtu dan Minggu, Pemkab memberikan restu hanya untuk hari Sabtu. Alasannya, untuk hari minggu, Pemkab sudah merekomendasikan dua lokasi pasar minggu yakni Lapangan Bintang dan Terminal Kota.

"Kita merestui hanya pada hari Sabtu saja, untuk hari minggu sudah kita siapkan di Lapangan Bintang dan Terminal. Dan ini sifatnya sementara tidak permanen, artinya satu waktu, kita kita sudah menyiapkan lokasi yang representaif, mereka kita relokasi," kata Aminudin

Terkait aturan yang melarang ada aktivitas berjualan di area Alun-alun Pemkab, Aminudin mengakui, jika penggunaan Lapangan Alun-alun tersebut sudah diatur dalam Perda K3, yang diantaranya tidak membolehkan adanya aktivitas berjualan di area tersebut. Namun demikian, ada hal lain, yang pada akhirnya Pemkab merestui digunakan untuk usaha dagang nonpermanent dan bersifat sementara

"Kalau merujuk Perda K3, Alun-alun betul harus steril dari aktvitas dagang. Tapi kita akhirnya merestui permintaan pedagang dengan melihat faktor ekonomi, karena sebelumnya mereka sempat berjualan di sana. Yang kedua, mereka berkomitmen untuk memenuhi ketentuan yang dibuat," kata Aminudin

Dalam ketentuan yang ditandatangani oleh 10 pedagang tersebut, berisi 11 point. Beberapa diantaranya adalah, Alun-alun digunakan untuk berjualan hanya pada hari Sabtu dari puku 16.00 WIB-24.00 WIb pada bulan Ramadan dan dari pukul 13.00 WIB sampai 23.00 di luar bulan ramadan.

Lokasi berjualan berada di sisi pembatas antara alun-alun dan jalan raya dari pintu masuk sebelah utara hingga pintu masuk selatan, pedagang yang berjualan adalah mereka yang berjualan di area parkir Masjid Agung dan Gedung Dakwah, menggunakan tempat berdagang yang bukan permanen, dan memastikan jaga kebersihan setelah berjualan.

Jika ketentuan tersebut dilanggar, terlebih adanya penambahan jumlah pedagang di luar yang terdata, penambahan area berjualan dari yang sudah ditentukan, sampah berserakan di area berdagang dan ditemukan kerusakan fasilitas, maka pihak Pemkab akan memberi sanksi hingga dua kali, dan setelahnya dilakukan pembubaran paksa untuk seluruh pedagang.

Atas restu Pemkab tersebut Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Malqie mengaku bersyukur dan berterimakasih. Malqie memastikan, dia bersama sekitar 70 pedagang lainnya akan mematuhi dan melaksanakan komitmen yang sudah ditandatanganinya tersebut. "Kita sampaikan berterimakasih akhirnya dibolehkan untuk berjualan. Dan kami akan menjaga komitmen dan ketentuan itu, kalau melanggar kan kita bisa dibubarkan," kata Malqie
 


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel

 


Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

SMPIT As-Syifa Subang Umrohkan Siswa Teladan dan Hafal 30 Juz Al-Quran https://t.co/zf4xIF8lu6
Polres Majalengka Amakan Empat Pekerja Hiburan Malam https://t.co/hYXhu065hN
Rindu Perubahan, Bupati Ruhimat Ajak Warga Bersatu Membangun Subang https://t.co/ckhqvDBXMs
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page