Pengamat: Janji Politik Harus Dibarengi dengan Inovasi Daerah

Janji politik yang disampaikan tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang pada Pilakda 27 Juni mendatang, sulit diaplikasi secara maksimal jika tidak didukung dengan inovasi daerah.

Antara janji politik dan inovasi daerah, harus dilakukan seiring sejalan guna tercapainya cita-cita elit dan masyarakat secara umum. Hal ini diungkapkan Ketua LPPM STIESA Gugyh SUsandy pada Focus Group Discussion atau diskusi yang terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu pada kesiapan dan rencana Road Map SIDa Subang di Pemkab SUbang.

"Janji politik Bupati itu (visi misi selangit dan seindah apapun) pada akhirnya akan diukur outcomenya secara normatif dalam ukuran IPM (indeks pembangunan manusia) meliputi pendidikan, kesehatan dan daya beli," kata Gugyh Susandy kepada TINTAHIJAU.com

Gugyh memaparkan tiga unsur IPM yang populis dan instant dituntut masyarakat adalah daya beli. Namun, disisi lain daya beli adalah indikator yang mudah dipukul oleh kondisi makro ekonomi dan kebijakan pusat. Dalam meningkatkan daya beli masyarakat, dengan melihat maping struktur ekonomi maka tidak mungkin mengandalkan APBD, katakanlah untuk infrastruktur jalan saja APBD Subang cukup berdarah-darah.

"Namun, bila Pemerintah lepas tangan juga menyerahkan soal daya beli ini kepada mekanisme pasar semata dan dunia swasta saja maka kendali perubahan bukan ditangan pemerintah daerah ini juga beresiko," tegasnya.

Untuk itu, paparnya aktor yang terlibat dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat itu adalah ABGC plus M. Akademic (Kampus dan lembaga riset), Business, Government, Community Dan Media). Hal ini dinamakan Kluster Inovasi Daerah. Mereka bersinergi dengan sumber daya yang dimiliki bergerak menuju tujuan bersama, meningkatkan daya beli masyarakat)

"Bagaimana alur sumber daya, informasi, aktivitas membentuk suatu sinergi ini disebut sistem inovasi daerah. Dan ini harus dibuat dalam dokumen road map sistem inovasi daerah (SIDa) dalam jangka waktu 5 tahun. Road Map SIDa juga memuat 4 produk unggulan Subang apa yang akan di fokuskan selama 5 tahun ke depan untuk dikembangkan," jelasnya.

Dalam sisi Government, kata Gugyh Road Map SIDa Ini akan menjadi inspirasi / ruh/ benang merah dari RPJMD (rencana program jangka menengah daerah) yang akan dilaksanakan SKPD dalam kurun 5 tahun kedepan.

"Sehebat apapun kepala daerah sebagai jabatan politik, sangat tergantung pada birokrasi ASN yaitu eselon 2 para pimpinan SKPD. Bila gerak mereka tidak dipandu road Map SIDa, dan RPJMD disusun berdasarkan kebiasaan - kebiasaan lama (Business as usual) maka Subang akan bergerak lamban dan tidak ada lompatan (stepping stone) dan terobosan (breakthrough)," tandas Gugyh

"Alhasil, mau Subang Makmur (visi paslon nomor 1), mau Subang Motekar (visi Paslon nomor 2), mau Subang Terpandang (Visi Paslon nomor 3), bila tanpa sebuah SIDa maka sudah pasti dari sisi teoritis dan empiris akan sulit diwujudkan," pungkasnya


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 6
Banner Kanan 4
Banner Kanan 1
Banner Kanan 5

Twitter Update

Gelorakan Kemerdakaaan, Pemuda PUI Majalengka Bagi-bagi Bendera https://t.co/WLDug05D89
Demam Lukisan Jalan Mewabah di Kabupaten Subang https://t.co/IoMAIGY0NN https://t.co/IoMAIGY0NN
Pemkab Subang Udunan Benahi Pagar Rusak di Area Titik Start Road Race Asian Games https://t.co/WOXhtl2gCE
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page