FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

76 Ribu Balita di Subang Terancam Gizi Buruk

Sekitar 76 ribu anak berusia di bawah lima tahun di Kabupaten Subang terancam gizi buruk. Sementara 7600 anak sudah terkena gizi buruk. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengand aerah lain di Jawa Barat, posisi Subang berada di urutan 20 ke atas kasus gizi buruk

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ade Rusiyana mengatakan kondisi gizi buruk yang dialami balita itu masih relatif ringan sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan memberikan asupan makanan bergizi, tidak sampai ke perawatan. Ade mengungkapkan dinas kesehatan tengah berupaya menurunkan angka gizi buruk.  Berbagai kegiatan dilakukan termasuk mendorong puskesmas, bidan desa hingga posyandu terus aktif memantau perkembangan sesuai wilayah kerjanya masing masing.

 "Kasus gizi buruk ini jadi salah satu fokus kegiatan kami tahun ini, mengurangi angka kasus hingga sekecil mungkin. Selain itu yang kondisinya terancam bisa lebih baik, sehingga tak masuk jadi gizi buruk. Kita juga mengptimalkan peran Posyandu, jika ada anak yang mengarah ke sana, langsung lapor untuk ditindaklanjuti," kata Ade Rusyiana

Soal penyebab, Ae memaparkanselain disebabkan kurangnya asupan gizi yang diakibatkan kondisi ekonomi keluarga, juga dimungkinkandari riwayat ibunya. Dengan demikian, salah satu upaya pencegahan, Ade menginstruksikan, Bidan yang menangani ibu hamil, bisa melakukan deteksi dini dengan perkembangan saat berada di dalam perut. Jika ditemukan, untuk sepeatnya dilakukan tindakan dengan mensuplai asupan yang berigizi untuk ibu yang mengandunya.

Apabila latar belakangnya keluarganya tak mampu secara ekonomi, segera dilaporkan ke dinas. "Nanti di dinas dicarikan solusinya, termasuk melakukan koordinasi lintas sektor dengan dinas terkait lain. Sebab tak semuanya bisa ditangani dinas kesehatan, kami juga butuh dukungan dinas lain dalam rangka menurunkan angka gizi buruk ini," ujarnya.

Dijelaskannya data yang masuk kategori gizi buruk dan terancam ini kondisi anaknya sebagian besar masih sehat, sehingga tak sampai harus dirawat dan mendapat penanganan medis. Misalnya, bagi bayi yang masih disusui, konsumsi makanan ibunya diperbaiki gizinya.

"Jadi intinya asupan makanan bergizi ke anak harus ditingkatkan. Kalau kasus gizi buruk yang sampai dirawat dan penanganan intensif lain, biasanya dibarengi penyakit lain. Sangat jarang terjadi kalau hanya tunggal mengalami gizi buruk itu sampai dirawat," ujarnya.


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Antrean Membeludak, Subang Jadi Fokus Pantauan Ombudsman Soal PPDB SMA https://t.co/ZJ2gFYc3Bu
Polemik Keberangkatan Haji dan 'Mati Suri' Bandara Kertajati Majalengka https://t.co/jovd5w8ugC
Hari Jadi ke-529 Majalengka, Dari Membangun Daerah Menuju Daerah Membangun https://t.co/IUqxx9CbtC
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page