Follow us:

Tragis! 2 Bupati Subang Hasil Pilkada 2013 Berurusan dengan KPK

Bupati Imas Aryumningsih ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (14/2/2018). Ia diciduk satuan tugas KPK bersama tujuh orang lain dalam operasi tangkap tangan. Penangkapan Imas adalah penangkapan kepala daerah ketiga yang dilakukan lembaga antikorupsi sepanjang awal 2018.

Kabar penangkapan ini dikonfirmasi Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah. "Bupati Subang ikut ditangkap],) kata Febri, Rabu pagi.

BERITA TERKAIT:


Ditangkap KPK, KPU Komentari Status Calon Patahana di Pilkada Subang
Bupati Kena OTT, Golkar Subang: Imas tetap Calon Bupati
KPK OTT Bupati Subang Imas Aryumningsih
Makna Nomor 2 Untuk Pasangan Imas-Sutarno

Sebelum ditangkap KPK, Imas merupakan bupati pengganti Ojang Sohandi yang juga dicokok Komisi, Senin 11 April 2016. Perempuan kelahiran Subang 19 Agustus 1951 ini sempat menjabat sebagai pelaksana tugas bupati dan resmi menjadi bupati definitif pada Juni 2017.

Pasangan yang menggunakan singkatan OI dalam Pilkada Subang 2013, menang telak dengan perolehan 404.191 suara atau 54,01%. Jumlah DPT di Subang pada 2013 mencapai 1.149.929 tapi yang menggunakan hak suaranya sebesar 743.373.

Perempuan yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang ini diduga ditangkap lantaran terkait kasus korupsi. Sejauh ini, Imas masih berstatus sebagai terperiksa yang wajib menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam.

Dalam penangkapan ini, KPK menyita sejumlah uang dari hasil tangkap tangan ini. Status hukum Imas baru akan ditentukan penyidik setelah pemeriksaan intensif dan gelar perkara. “Dan ditentukan berdasarkan kecukupan alat bukti,” kata Febri.

Penangkapan Imas bukan penangkapan pertama yang dilakukan KPK di Subang. Pada April 2016, KPK menangkap tangan Ojang Sohandi terkait dugaan suap penanganan perkara di Kejaksaan Negeri Subang.

Ojang diduga menyuap Jaksa Fahri Nurmalho dan Deviyanti Rochaeni buat meringankan tuntutan Jajang Abdul Kholik, terdakwa kasus korupsi penyalahgunaan anggaran pengelolaan dan kapitalisasi program jaminan kesehatan nasional tahun 2014 di Dinkes Subang, dan menghilangkan namanya dalam kasus itu.

Selepas Ojang ditangkap, Imas menjadi pelaksana tugas. Ojang kemudian menjalani sidang hingga akhirnya divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair empat bulan penjara pada Januari 2017. Empat bulan setelah Ojang divonis, Imas dilantik sebagai bupati definitif pada Juni 2017. [tirto.id]



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Akhir Desember, Festival Kampungan Akan Gebrak Majalengka https://t.co/BCiEDNwMZk
Sebelum Ambruk, SMPN 2 Bantarujeg Sudah Kirim Surat Bantuan https://t.co/S3TpGyEpym
Gedung DPMD Majalengka Dirusak Massa, Polisi Kantongi 7 Nama Pelaku https://t.co/AWVM0TJOR2
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page