Follow us:

Tekan TKI Ilegal, Pemkab Subang Launching Layanan Satu Pintu

Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI (LTSP-P2TKI) resmi dilauching. LTSP ini diharapkan mampu menekan angka TKI melalui jalur illegal.

Launching LTSP ini dihadiri Deputi Bidang Pencegahan KPK, Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Kepala BP3TKI prov Jabar, Kadis Disnakertrans Jabar, Kanwil Kementrian Hukum dan Ham Jabar, Unsur Muspida, Kepala Kantor Imigran Kelas 1 Bandung, dan pejabat Pemkab setempat.

Kepala Disakertrans Subang Asep Nuroni memaparkan ada tiga poin penting dari hadirnya LTSP. Selain pelayanan yang lebih efektif dan effesien, dengan LTSP ini diharapkan bisa memangkas praktek percaloan dan pungutan liar, serta melindungi TKI sejak dari sebelum bekerja, saat bekerja hingga pulang ke tanah air.

"Muaranya pada hadirnya pelayanan yang efektif dan efesien, tidak ribet dan memberi perlindungan terhadap TKI dari mulai sebelum, saat bekerja sampai pulang ke tanah air," kata Asep Nuroni

Untuk memenuhi kebutuhan LTSP ini, DIsnakerans menghadirkan delapan pihak lain seperti Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Imigrasi, Polres, Rumah Sakit dan lainnya. Keseluruhannya berada di lingkungan Kantor Disnakertrans. "Jika syarat-syaratnya lengkap, bisa saja sehari. Tapi itu tergantung SOP di masing-masing mereka," imbuhnya

LTSP ini mengacu pada Peraturan Gubernur Jabar nomor 42 Tahun 2016 ttg Lembaga Pelayanan Terpadu P2TKI asal Daerah Jabar, Keputusan Bupati Subang nomor 560/KEP.53-Disnakertrans/2017 ttg Tim Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI Asal Daerah Kab. Subang. Sedangkan tujuan Layanan Terpadu LTSP-P2TKI Kab. Subang adalah terwujudnya tata kelola layanan penempatan dan perlindungan TKI yang efisiensi dan transparan, menghindari  praktek-praktek suap, pemerasan dan gratifikasi, memperbaiki kualitas perlindungan TKI dan mencegah terjadinya TKI ilegal.

Subang merupakan daerah dengan jumlah TKI terbesar ketga di Jabar setelah Indramayu dan Cirebon. Data di Disnakertrans jumlah TKI pada tahun 2016 54.544 orang dan 2017 sebanyak 7523 TKI dan tahun 2018 sudah terdaftar 1.000 orang lebih.

Bupati Subang Imas Aryumningsih menyatakan, dengan hadirnya LTSP ini akan memeudahkan calon TKI. Dia berharap, dengan demikian angka TKI illegalitu bisa ditekan. "Ini harus diinformasikan ke seluruh kecamatan dan desa. Sekarang di Disnakertrans sudah ada LTSP, jadi gak harus lewat calo. Apalagi dengan Rp260 ribu sudah beres," katanya



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU
Line: tintahijaucom


Twitter Update

Program Pascasarjana Universitas Majalengka Cetak Profesional yang Berkomepeten https://t.co/V6o7gNtAuv
Desa Pilangsari Dukung Eksistensi PG Jatitujuh Majalengka https://t.co/b7y1C0ZNgC
Aktivis AKSI Subang Sebut Kasus NISN Momentum Kejari Unjuk Gigi https://t.co/eF7AeaN2ot
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page