Follow us:

Pertahankan Adipura, Pemkab Subang Bentuk Saber Sampah

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang membentuk tim Sapu Bersih (saber) Sampah. Mereka bertugas menangani sampah yang sifatnya mendesak.

Tim yang terdiri dari satu unit armada dengan tujuh personil itu bertugas mobil membersihkan sampah di sejumlah lokasi. "Selain ada petugas yang bekerja menangani sampah per wilayah, kami juga punya tim saber, wilayah kerjanya acak bisa menjelajah kemana saja. Namun lebih fokus di pusat kota, utamanya titik pantau penilaian adipura, tapi bisa juga ke wilayah lain bila dibutuhkan," kata Kadis LH Subang, Yayat Sudrajat.

Dia mengatakan, tim saber sampah bertugas menangani sampah tanpa terikat wilayah kerja. Sehingga mereka bisa berkeliling kemana saja. Ketika mendapat laporan ada penumpukan sampah di luar lokasi (Tempat Penampungan Sementara) yang sudah ditentukan, mereka segera terjun membersihkan dan mengangkutnya.

"Tim ini dibentuk sebagai salah satu upaya mempertahankan piala adipura. Jadi tim ini membersihkan sampah yang tidak tertanggulangi petugas TPS, lokasinya bisa dimana saja, prioritas lokasi-lokasi titik pantau penilaian adipura," katanya.

Lebih lanjut, Yayat mengatakan hadirnya tim Saber Sampah ini diharapkan penangan sampah bisa lebih cepat bila tak teratasi petugas di wilayah kerja tertentu. "Jadinya bisa saling dukung dengan penanggung jawab wilayah. Apalagi saat ini armada dan petugas masih terbatas, jadi penanganan tetap dilakukan berdasarkan sekala prioritas," katanya.

Kasi Sarana prasarana sekaligus tim internal adipura, Makmur mengatakan berbagai upaya tengah dan akan dilaksanakan agar tahun depan Subang bisa mendapat adipura lagi. Diantaranya melakukan koordinasi dengan berbagai intansi terkait, termasuk evaluasi kegiatan sebelumnya ketika meraih adipura.

Dia menuturkan, pengalaman itu menjadi dasar acuan dalam rangka penguatan kegiatan yang masih kurang optimal. "Kami berharap dukungan semua komponen, hasil evaluasi diketahui kelebihan dan apa saja yang perlu ditingkatkan," katanya.

Diakuinya, tantangan berat yang dihadapi yaitu pengelolaan Tempat Penampungan Sampah Akhir Panembong. Beberapa upaya yang dilakukan selain pengelolaan sampah dengan memanfaatkan gas metan. "Kami juga berupaya menekan volume sampah yang masuk TPA, di antaranya memilah sampah yang punya nilai ekonomis," katanya. [pr]


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Twitter Update

Ribuan Santri Subang akan Dzikir dan Do'a Bersama untuk Jokowi dan Keutuhan NKRI https://t.co/nrMsGQgc3A
Fraksi Absen di Paripurna, Sekjen PDIP Subang: Mereka Sakit https://t.co/2RyhtZEADX
Kecanduan ML, Pemuda Asal Subang ini Alami Masalah Serius pada Matanya https://t.co/JeeKSfKD02
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page