Bupati Bogor dan Gubernur Jawa Barat Buka HPS ke-37 Tingkat Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor dan Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, membuka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke -37, tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman depan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan (Aher) dan Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti serta Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, membuka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke -37, tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman depan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (9/11/2017).

Dalam sambutannya Bupati Bogor Nurhayati mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya mengembangkan sentra sentra produksi pangan, antara lain dengan menetapkan daerah daerah pengembangan ketahanan pangan, baik berupa kawasan pengembangan ketahanan pangan dan gizi, model pengembangan sentra pangan lokal, penetapan Desa tematik ketahanan pangan,  pengembangan minapolitan, maupun pengembangam kopi rakyat.

"Untuk mendongkrak skor pola pangan harapan ini,  Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil kebijakan tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal di setiap kecamatan,  dengan mendorong masyarakat,  terutama anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah lanjutan untuk gemar makan buah, sayuran dan ikan," kata Nurhayati

Sementara itu Gubernur Jawa Barat,  Ahmad Heryawan mengingatkan bahwa Hari Pangan Sedunia dimaksudkan bukan hanya seremoni namun untuk membangkitkan semangat dan komitmen kita untuk terus membangun ketahanan pangan. "Alhamdullilah Jawa Barat tampil sebagai Provinsi yang ketahanan pangan yang bagus, produksi pangannya juga menyuplai daerah sekitar salah satunya Provinsi DKI Jakarta, karena Jawa barat merupakan penghasil padi, sayur,  unggas dan teh terbesar," ungkapnya.

Aher juga menambahkan ketahanan pangan tidak hanya harus tahan dalam arti ketersediaan pangan. "Ketahanan pangan bukan hanya ketersediaan pangan di mana-mana tetapi juga diproduksi oleh diri kita sendiri. Saya mau Provinsi Jawa Barat lebih dari ketahanan pangan, tetapi harus menjadi kedaulatan pangan," katanya.

Ia juga mengungkapkan warga Jawa Barat harus memanfaatkan kesuburan dan kekayaan alam yang melimpah untuk meraih kedaulatan pangan.

"Alam Provinsi Jawa Barat harus kita jaga karena wilayah kita paling baik tingkat kesuburannya. Oleh karenanya wajar kalau kita (Jawa Barat, red), paling baik tingkat ketahanan ataupun kedaulatan pangannya dan tak boleh ada masyarakatnya yang punya persoalan pangan walaupun di daerah-daerah tertentu masih ada daerah yang rawan pangan," tandasnya. (Dedi Yudha)

 

Dapatkan kilasan berita
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Novi Sri Mahendra, Guru Cantik dari Patokbeusi Subang https://t.co/DHusTaJ4Xq
GreenThink, Wahana Wisata Edukasi di Pantura Subang https://t.co/YRMlZxidHg
Tempat Uji Kompetensi Fakultas Pertanian UNMA Direspon Penyuluh PNS Pertanian Cirebon https://t.co/FLRskdq6bx
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page