Butuh Kendaraan Penjemput TKI Bermasalah, Disnakertrans Subang Surati Bupati

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Subang menyurati surat kepada Bupati Subang terkait fasilitas kendaraan operasional guna penjemputan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang yang bermasalah.

Permintaan kendaraan operasional yang dilayangkan Kasie penempatan TK bidang binapenta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Subang, Indra Suparman itu logis. Mengingat dalam dua bulan terakhir ini banyak kasus yang menimpa TKI asal Subang. Tidak adanya kendaraan untuk menjemput TKI bermasalah, menjadi hambatan saat melakukan penjemputan atau tindak lanjut laporan warga.

BERITA TERKAIT:
Sempat Disekap di Malaysia, Akhir Oktober TKW asal Subang Pulang Kampung
Miris! Banyak Kasus, Disnakertrans Subang Tak Anggarkan Dana Penanganan TKI
Jerit TKW asal Subang yang Tak Digaji Selama 10 tahun
Innalillahi, Sudah Empat TKI asal Subang Tewas di Luar Negeri
Derita TKW Subang, 1 Tewas, 1 Pulang dengan Sakit Saraf Servik

"Kita kadang dibuat pusing, kalau ada laporan dan harus kita tindak lanjuti. Karena kita belum punya kendaraan. Belum lagi ketika harus mengurus dan menjemput TKI. Selama ini, kita seringnya pinjam," kata H Indra

Untuk optimalisasi kinerjanya, Indra sudah melayangkan surat bantuan kepada Bupati Subang. Dia berharap, surat itu segera direspon dan dijawab sesuai harapan. "Saya meyakini Ibu Bupati mengerti kebutuhan kami. Apalagi beliau menekan pada kerja, kerja dan kerja," imbuhnya

Pada akhir Oktober ini, Disnaker akan kembali melakukan penjemputan TKW asal Pusakanagara yang bekerja di Malaysia, Ristonah. Dia sempat disekap pihak agensi dan gaji selama tiga tahun ditahan pihak majikan. "31 Oktober kita akan jemput dia ke Bandara," pungkasnya

Pusat Kajian Otonomi Daerah (Puskoda) Subang yaya Sudarya menyesalkan pihak Disnakertrans tidak menganggarkan dana penangan TKI bermasalah. Padahal, kasus yang menimpa TKI asal Subang itu cukup besar. "Mereka itu tidak menganggarkan untuk penjemputan dan pengursan TKI yang bermasalah. Ini kan ironis. Satu sisi Pemerintah itu suka membangga-banggakan mereka dengan dana yang masuk ke Subang, di satu sisi mereka abai dengan nasib mereka," kata Yaya

Di hampir semua daerah, jelas Yaya, jangankan kendaraan operasional, TKW yang bermasalahpun mendapat dana belasungkawa dari pemerintah. Silakan cek did aerah lain, TKW yang pulang karena sakit atau meninggal, mendapat santunan dari pemerintah. Ini membuktikan, jika epemrintah hadir di tengah-tengah warganya. Sementara di Subang? saya kira miris kalau mereka masih kesulitan kendaraan saat mau jemput TKW," tandasnya




Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Pesantren Darunnajah Jadi Tuan Rumah Kunjungan Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan https://t.co/6eoelIh1DI
Banjir di Perumahan Surya Cigadung Subang https://t.co/qcnW69W19C
Sambut Hari Guru, Ribuan Pelajar dan Guru Jalan Kaki 10 Km https://t.co/fAkIV1Q8Qr
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page