FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tujuh Protokol Kesehatan PSSI Jelang Liga 1 dan Liga 2



PSSI menerbitkan panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 untuk pertandingan Liga 1 dan Liga 2 2020 yang rencananya akan kembali berlanjut.

Dalam pembuatannya, PSSI merujuk pada protokol kesehatan berdasarkan referensi dari FIFA, WHO, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Protokol Kesehatan DFL (Badan Liga Jerman).

Ada tujuh bagian yang dijabarkan secara rinci sebagai acuan protokol kesehatan saat menjalani pertandingan. Berikut protokol kesehatan yang sudah kami rangkum dari kumparanBOLA dengan melakukan penyederhanaan bahasa agar mudah dipahami.

Dasar Pemikiran

Seiring dengan penerapan 'fase new normal', PSSI melakukan penyesuaian terhadap kompetisi yang rencananya kembali bergulir, yakni dengan membuat langkah antisipasi pencegahan dan pengendalian penularan virus corona.

Di sisi lain, PSSI juga mendasarkan keputusan mereka untuk melanjutkan kompetisi sebagai upaya membuat para kontestan Liga 1 dan Liga 2 terhindar dari krisis finansial setelah vakum cukup lama karena pandemi.

Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 untuk Klub Sepak Bola

Pada bagian ini PSSI mengimbau para klub untuk melakukan pemeriksaan rapid test COVID-19 minimal satu kali tiap pekan.

Setiap manajemen klub diharapkan selalu memperhatikan informasi terkini serta imbauan dan instruksi pemerintah pusat dan daerah. Tak ketinggalan klub juga wajib memperbaharui kebijakan dan prosedur di tempat latihan, serta tempat tinggal sesuai perkembangan.



Klub juga mendapat mandat untuk menerapkan protokol kesehatan tertentu. Prosedur tersebut meliputi kewajiban semua anggota klub menggunakan masker di tempat latihan, menyediakan layanan kesehatan dengan tim medis yang dapat melakukan pemeriksaan, memiliki sumber daya yang dapat memfasilitasi karantina atau isolasi mandiri, dan melakukan screening pengukuran suhu tubuh setiap hari untuk seluruh pemain dan ofisial.

Berikutnya, jika salah satu anggota tim terindikasi positif tetapi tidak menunjukkan gejala klinis atau tanpa gejala, mereka dapat melakukan karantina mandiri. Namun, harus dengan pengawasan dokter sesuai protokol yang berlaku,

Panduan Sebelum Pertandingan

Pada bagian ketiga protokol ini menitikberatkan pada seluruh elemen yang terlibat di pertandingan. Mulai dari panitia pelaksana, pemain, pelatih, dan ofisial, hingga wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

PSSI mengimbau setiap pemain mendapat screening paling lambat tiga hari sebelum pertandingan. Satu hari sebelumnya, rapid test tahap kedua kembali dilakukan untuk mencegah kemungkinan false negative dari pemeriksaan sebelumnya. Hasilnya diserahkan kepada panitia pertandingan pukul 10.00 WIB.

Semua perangkat pertandingan (wasit) juga harus mengikuti protokol kesehatan tersebut. Pasalnya, hanya mereka yang dinyatakan negatif yang boleh ikut pertandingan. Jika ada yang postif, tim dokter akan melapor ke Dinas Kesehatan untuk melakukan karantina atau isolasi.

Orang-orang yang Boleh Berada di Stadion

PSSI hanya memperbolehkan 254 orang di dalam stadion. Mereka akan terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu Zona Satu atau area lapangan yang berjumlah 82 orang, Zona Dua (area tribune), dan Zona Tiga di sisi luar stadion.

Zona Satu berisi 22 pemain untuk kedua tim (satu tim 11 orang), 1 fotografer, 4 anak gawang (usia lebih 16 tahun), 4 karyawan, 4 keamanan, 4 ofisial, 3 staf sterilisasi, 4 staf medis (satu tim dua orang), 18 orang pemain cadangan (satu tim 9 orang), 20 orang staf pelatih untuk kedua tim (satu tim 10 orang).

Zona Dua berisi 100 orang. Rinciannya: 10 karyawan, 8 petugas medis, 7 wakil operator kompetisi yakni PT LIB, 2 operator stadion, 8 staf tim, 8 delegasi tim tuan rumah, 4 delegasi tim tamu, 5 petugas sterilisasi, 2 petugas Damkar, 4 polisi, 10 jurnalis, 23 kru TV, dan 4 analisis/teknisi televisi.

Sementara itu, Zona Tiga terdapat 50 petugas keamanan, 14 kru televisi, dan 8 staf pengelola stadion.

Panduan Saat Hari Pertandingan

PSSI memperketat pengamanan pada hari pertandingan dengan pengawasan pintu masuk di mana setiap orang yang masuk atau keluar harus melalui satu pintu. Untuk mereka yang masuk harus melalui bagian pendataan dan mengukur suhu tubuhnya menggunakan alat thermalscanner atau thermalgun. Jika ada yang terindikasi positif COVID-19, otomatis dilarang masuk.

Lalu, semua orang yang berada di stadion harus mengikuti arahan kesehatan pencegahan penularan. Mereka wajib menggunakan masker, menaati etika batuk/beresin, menjaga jarak minimal satu meter, mencuci tangan dengan sabun saat masuk stadion, serta memperlihatkan surat keterangan sehat bebas COVID-19.



Khusus untuk pemain, mereka tidak boleh berjabat tangan dan hal lain yang bersentuhan badan, tidak boleh berbagi botol minuman dengan pemain lain, harus menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan siku. Paling penting pemain tidak membuang ludah sembarangan di area pertandingan.

Jadwal masuk ke stadion juga masuk dalam pembahasan pada bagian kelima ini. Pukul 08.00 WIB, 8 orang pengelola stadion diminta datang untuk mengurus persiapan pertandingan.

Dua jam berselang atau pukul 10.00 WIB, sebanyak 51 orang dari media untuk kepentingan penyambungan satelit penyiaran televisi dan dikawal 64 petugas keamanan di dalamnya untuk memastikan tak ada orang lain yang masuk. Pukul 12.30 WIB, kedua tim sudah berangkat ke stadion dan 90 menit sebelum sepak mula pertandingan harus sudah berada tiba di stadion.

Panduan Setelah Pertandingan

Merujuk panduan bagian keenam ini, 90 menit setelah pertandingan berakhir, seluruh anggota tim kedua kesebelasan harus sudah meninggalkan stadion. Kegiatan makan bersama dan mandi di ruang ganti yang menjadi rutinitas biasa disarankan PSSI untuk tidak dilakukan.

Sementara, untuk kinerja jurnalistik dalam hal wawancara secara langsung ditiadakan, prosedurnya dialihkan menjadi wawancara virtual melalui konferensi pers yang sudah disediakan.

Penerapan Higienis dan Sanitasi Lingkungan di Area Stadion

Pengelola stadion akan melakukan pembersihan dengan menggunakan disinfektan di seluruh area stadion, ruang ganti, press, koridor, pintu masuk dan keluar, arena yang sering digunakan untuk kontak tangan seperti handle pintu, tangga, tombol lift, alat olahraga, dan area umum lainnya.

Selain itu, menjaga kualitas udara dengan mengoptimalkan sirkulasi udara. Terutama di dalam ruangan dengan pembersihan AC di dalam ruangan.

Pengelola stadion juga mesti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer yang tersebar di pintu masuk, dan kendaraan/bus yang memasuki stadion sebelumnya sudah dibersihkan dengan disinfektan.

Sumber: KumparanBOLA | Foto: Ilustrasi Logo PSSI

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Terima Penghargaan Sebagai Sahabat Anak dari Kak Seto https://t.co/2C1UWcfQB5
Kasus Covid-19 Bertambah, Subang Turun Level dengan Status Zona Hijau https://t.co/fNwbFlfRjP
Undang Dua Dinas, Bupati Bicara Soal Peluang Pengembangan Industri di Subang https://t.co/qpA3EhoUGq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter