Literasi

Satu dari puluhan group Facebook, adalah Facebooker Subang. Dengan jumlah members 190 ribu lebih, Facebooker Subang ini menempati posisi teratas group FB dengan jumlah anggota terbanyak.

Facebooker Subang ini sudah belasan tahun hadir di dunia maya. Berbeda dengan group FB lainnya, Facebooker Subang dengan mengusung tagline Pesbuker Lain Saukur Pesbukan itu sering menggelar kopi darat. Tidak hanya untuk kongkow dan jalan-jalan, banyak kegiatan sosial dilakukan anggota group ini.

Demikian hal konten yang diposting di Group ini. Group ini kerap menjadi referensi, baik bagi warga maupun awak media. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di sejumlahd aerah, sehingga memungkinkan informasi peristiwa di satu daerah tersampaikan secara update

Group ini pun nyaris bersih dari postingan politik yang memancing perdebatan panjang. Bahkan secara tegas, admin membuat aturan bagi ratusan ribu membernya. Ada sekitar 20 point yang masuk dalam tata tertib members. Salah satunya larangan memosting produk (berjualan), tidak posting berita politik, Hoax, Sara dan seksualitas.

Bahkan, Admin 'mengharamkan' anggotanya posting curhat yang berisi membuka aib seseorang, serta postingan yang memancing keributan antar anggota dan sejumlah tata tertib lainnya. "Mun mendakan postingan nu ngalanggar, geroan (mantion) Admin Facebooker Subang. Nu ngabandel atanapi ngalanggar, postingan na bakal dihapus. Mun tos di hapus angger keneh wae, wayahna di kaluarkeun ti group," bunyi tatib point dan 18 dan 19.

Meskipun demikan, yang menarik justru banyak anggota group itu yang posting photo atau gambar dengan keterangan berupa pertanyaan. Misalnya, memposting gambar buah dengan catpion, "Kalau di daerah A ini namanya Anu. Bagaiman dengan di daerah B". Karuan saja postingan itu mengundang beragam komentar hingga ratusan komentar. Dianggap tidak produktif, kini Admin menghapus postingan semacam itu.

Di bagian lain, tidak sedikit member yang malas membaca utuh postingan berita atau hanya membaca bagian judulnya saja. Sehingga, tidak sedikit netcien yang memberi komentar berupa pertanyaan 5 W dan 1 H yang menjadi nafas berita. Banyak hal kegokilan prilaku netizen. termasuk memposting photo korban kecelakaan atau sejenisnya tanpa sensor atau menampilkan kondisi tragis dengan lumuran darah.