Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Hari ini 17 tahun yang lalu, tepatnya pada 11 September 2001, Warga Amerika Serikat berduka karena mendapatkan serangan oleh jaringan teroris Al Qaeda. Peristiwa yang menewaskan hampir 3.000 orang dan membuat 6.000 luka-luka menjadi sorotan dunia, karena perilaku kejam yang dilakukan oleh kelompok teror tersebut.

Setidaknya terjadi empat serangan bunuh diri yang dilakukan di beberapa target di Kota New York, Virginia, dan Shanksville Peristiwa diawali oleh pembajakan pesawat komersial Amerikan Airlines oleh kelompok Al Qaeda. Mereka terdiri dari 19 orang mulai mengambil alih pesawat itu dan menentukan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Peristiwa dan dampaknya
Kelompok militan sengaja mengambil alih beberapa pesawat tujuan San Francisco dan Los Angles mengingat rute yang ditempuh jauh, sehingga dipastikan membawa bahan bakar yang banyak.

Banyaknya bahan bakar dalam pesawat diduga untuk melakukan serangan ke beberapa tempat yang menjadi sasaran para kelompok militan. Terdapat empat pesawat yang diambil alih, yaitu America Airlines Penerbangan 11, American Airlines Penerbangan 77, United Airlines Penerbangan 175, dan United Airlines Penerbangan 93.

Peristiwa berawal pukul 08.46 pagi, Amerikan Airlines Penerbangan 11 yang dikendalikan oleh lima pembajak menabrakkan ke Menara Utara Word Trade Center (WTC). Selang setelah itu, lima pembajak yang mengendarai United Airlines Penerbangan 175 menabrakkan ke Menara Selatan WTC. Sontak keadaan ini membuat warga New York menjadi panik dan takut karena peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba.

Sementara itu, lima pembajak lainnya menabrakkan American Airlines Penerbangan 77 ke Gedung Pertahanan AS. Pentagon pada pukul 09.37 pagi. Akibatnya, kejadian ini menewaskan 53 penumpang, 5 pembajak dan 6 awaknya tewas dalam aksi ini. Pesawat keempat, United Airlines Penerbangan 93 jatuh di sebuah lapangan di Shanksville, Pennsylvania.

Rencana ini tak berhasil dilakukan oleh pembajak, karena penumpang dalam pesawat melakukan perlawanan. Akibatnya, pesawat terpaksa jatuh di sebuah lapangan. Selang dua jam setelah peristiwa tersebut, bangunan di Komplek WTC runtuh. Menara Selatan dan Menara Utara runtuh beberapa saat karena terbakar dampak dari penabrakan dua pesawat.

Reruntuhan Menara Utara menyebabkan gedung tujuh WTC terkendala dampaknya dan menyebabkan bangunan ini juga runtuh. Reruntuhan ini juga menyebabkan gedung-gedung sampingnya juga mengalami dampaknya. Total, lebih dari tiga bangunan di WTC yang runtuh setelah terjadi penabrakan. Korban meninggal dan luka-luka juga bertambah seiring bangunan-bangun itu mulai runtuh.

Pasca-peristiwa Setelah peristiwa itu, beberapa unit penyelamat segara diberangkatkan ke lokasi untuk menyelamatkan korban. Upaya mereka dibantu oleh pemadam kebakaran dan medis.

Peristiwa yang terkenal dengan julukan "Nine Eleven" (9/11 atau 11 September) telah menewaskan hampir 3.000 orang, 6.000 luka-luka serta 19 teroris Al Qaeda yang membajak pesawat.

Setelah saat itu, FBI (Federal Bureau of Investigation) segera mengeluarkan nama-nama kelompok yang disinyalir sebagai dalang dari peristiwa tersebut. Mohammed Atta, disebut sebagai pemimpin dalam peristiwa ini.

Terkait dampak global, Presiden Amerika Serikat George W Bush kemudian menyalahkan sejumlah negara atas tuduhan menyembunyikan kelompok teroris pimpinan Osama bin Laden itu. George W Bush pun menjadikan serangan 9/11 sebagai alasan untuk melakukan penyerangan ke Afghanistan yang saat itu masih dipimpin kelompok Taliban. [tribun]



Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU