Literasi

Lima anggota kepolisian gugur saat tragedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kelimanya mengalami penyiksaan keji dengan luka sekujur tubuh.

Kelima polisi yang gugur dalam kerusuhan tersebut adalah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, dan Briptu Fandi.

"Para pelaku melakukan kekejaman dengan merampas senjata, menyandera, menyiksa bahkan membunuh para petugas," ujar Menkopolhukam Wiranto.

Wiranto mengutuk kekejaman yang dilakukan para pelaku terhadap anggota polisi. "Itu merupakan cara-cara yang kejam dan keji. Di luar batas kemanusiaan," kata Wiranto.

Wakapolri Komjen Syafruddin juga menyesalkan kekejaman yang dilakukan para pelaku terhadap anggota polisi. "Bisa dilihat sendiri nanti di laporan visum. Dibantai dengan keji," tutur Syafruddin.

Polri menyatakan selain lima anggota Polri, seorang narapidana teroris meninggal dunia akibat bentrokan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal menerangkan menjelaskan kronologis bentrokan berawal ketika beberapa narapidana teroris yang menghuni sejumlah blok terlibat keributan dengan anggota Polri dipicu soal makanan. "Masalah tersebut adalan standar operasional prosedur kepolisian memeriksa makanan tahanan yang masuk ke setiap rutan," ujar Iqbal.

Makanan yang dikonsumsi penghuni Rutan Mako Brimob harus steril dan tidak mengandung bahan terlarang. Kemudian terjadi keributan disertai penyanderaan terhadap enam petugas Polri dan narapidana teroris itu diduga berusaha merebut senjata api.

Iqbal menyatakan kejadian bentrokan tersebut tidak terkait dengan perlawanan dari kelompok bersenjata ISIS.  Polisi menghentikan operasi di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob pada Kamis (10/5/2018) pukul 07.15. Operasi terkait peristiwa penyanderaan sejumlah anggota Polri di Rutan Cabang Salemba yang sudah dilakukan sejak Selasa (8/5/2018).

"Titik operasi sudah berakhir pada pukul 07.15 tadi. Ini pertemuan pertama saya kepada masyarakat," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin di Mako Brimob, Jawa Barat, Kamis pagi.

Dalam melakukan penanganan, lanjut dia, kepolisian mengedepankan upaya persuasif dan kepala dingin. "Saya selalu katakan kepada semua tim dari semua unsur untuk berkepala dingin, walaupun teman-teman gugur dan lakukan upaya persuasif walaupun teman-teman dibantai secara sadis," ujarnya.

dari berbagai sumber

foto: tribun