Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Satu lagi petahana yang maju Pilkada Serentak 2018, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah Bupati Jombang dan Bupati Ngada, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Subang, Jawa Barat Imas Aryumningsih.

BERITA TERKAIT:

Bupati Kena OTT, Golkar Subang: Imas tetap Calon Bupati
KPK OTT Bupati Subang Imas Aryumningsih
Makna Nomor 2 Untuk Pasangan Imas-Sutarno

Diketahui Imas Aryumningsih mencalonkan diri lagi sebagai Bupati Subang bersama Sutarno. Pasangan calon (paslon) ini diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar. Sama seperti kasus-kasus sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Wahyu Setiawan memastikan, pencalonan Imas-Sutarno tetap berjalan.

“Bahkan pengalaman yang lalu, sudah menjadi terpindana pun proses Pilkada tetap berjalan terus. Apabila nanti menjadi terpidana, maka (sebagaimana) pengalaman yang lalu, (yang bersangkutan) dilantik kemudian diberhentikan,” kata Wahyu kepada wartawan di KPU, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, apabila kejadian tersebut menimpa calon kepada daerah, maka yang menggantikan posisinya jika terpilih adalah calon wakil kepala daerahnya. “Jadi, ini tidak akan mengganggu secara prinsipil tahapan Pilkada. Tidak ada masalah,” kata Wahyu.

Sementara itu, partai politik pengusung paslon ini pun dipastikan tidak bisa menarik dukungannya secara administratif. “Tidak bisa. Parpol yang mencalonkan tidak bisa lagi menarik dukungan,” tegas Wahyu.

Dia menambahkan, apabila parpol pengusung menarik dukungan secara administratif, maka akan ada sanksi berat yang bakal dikenakan. Sanksinya yaitu parpol bersangkutan dilarang mengusung paslon di pilkada berikutnya. “Oleh karena itu apabila ada parpol yang ber-statement menarik dukungan, itu mohon dibedakan, apakah statement politis atau administratif,” ucap Wahyu.

“Kalau statement administratif dalam bentuk dia datang (ke KPU setempat), memberikan surat penarikan tidak jadi, lah itu yang tidak bisa. Tetapi, kalau itu statement politis itu hak parpol memberikan pernyataan politis,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan bahwa Bupati Subang Imas Aryumningsih, adalah yang terjaring dalam kegiatan penindakan yang dilakukan KPK di Subang, Jawa Barat. "Iya (Imas Aryumningsih)," kata Syarif, saat dikonfirmasi, Rabu (14/2/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada 8 orang yang ditangkap termasuk Imas. Saat ini mereka sudah diamankan di dalam gedung KPK, Kuningan, Jakarta. "Dari kegiatan tadi malam, diamankan 8 orang, termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta dan unsur pegawai setempat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu. [kompas]



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU