Seperti di Film Action, Guru Hajar Murid Secara Brutal

Sebuah video berisi seorang pria yang pukuli muridnya tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi 37 detik tersebut, tampak seorang pria perlahan mendekati seorang murid

Kemudian, ia memberikan pukulan bertubi-tubi kepada murid tersebut. Sang murid pun mencoba melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Kemudian, tak berapa lama, seorang pria mencoba menghentikan aksi pria yang menghajar tersebut. Ia mendekati dan mencoba melerai.

Namun nahas, pria tersebut malah bergantian memukuli pria yang ingin melerainya di depan kelas. Siswa lainnya pun hanya bisa menunduk dan terdiam. Setelah menghajar pria tersebut di depan kelas, pria itu pun kembali menghajar siswa sebelumnya. Bahkan, ia diseret kakinya sambil berteriak, "Keluar!"

Sang siswa pun mencoba untuk bertahan di kelas. Namun pria yang tampak geram tersebut tetap menyeretnya. Kemudian, di akhir video, beberapa siswa yang tadinya diam pun mulai berdiri dan hendek keluar kelas.

Video seorang guru yang menganiaya siswa dengan brutal itu viral di media sosial. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras kejadian itu.

KPAI mendapat informasi peristiwa itu terjadi di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tersebut, penganiayaan brutal ini bermula ketika korban yang memanggil guru tersebut dengan langsung nama tanpa menggunakan sapaan 'Pak'.

"Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekadar ditampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala," ujar Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, seoert dikutipdari detik.com, Senin (6/11/2017).

Retno juga menyoroti ulah oknum guru yang melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa lain. Ada siswa yang mencoba untuk melerai namun oknum guru ini makin meningkatkan aksi kekerasannya.

"Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus dievaluasi secara kepegawaian oleh Dinas terkait apakah masih patut menjadi guru," ungkap Retno.

Sebagai tindak lanjut, KPAI berencana menemui Mendikbud Muhadjir Effendy siang ini. KPAI juga siap berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta LPSK.

"Dalam 4 bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di pendidikan. Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34% dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengahan Juli- awal November 2017. Adapun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh, dan lain-lain," tutup Retno.





Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Novi Sri Mahendra, Guru Cantik dari Patokbeusi Subang https://t.co/DHusTaJ4Xq
GreenThink, Wahana Wisata Edukasi di Pantura Subang https://t.co/YRMlZxidHg
Tempat Uji Kompetensi Fakultas Pertanian UNMA Direspon Penyuluh PNS Pertanian Cirebon https://t.co/FLRskdq6bx
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page