Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Kemenangan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Karna Sobahi-Tarsono yang diusung PDIP melengkapi kemangan dua Pilkada sebelumnya. PDIP sukses mencetak hatrick di Pilkada dalam tiga kali Pilkada beruturut.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Majalengka pada Pilkada Majalengka, Paslon Karna-Sutarno ini memborong suara 332.087 suara atau 46.47%. Sementara paslon Sanwasi-Taufan Anshor memperoleh 242.138 suara (33.88 %) dan Paslon Maman Imanulhaq - Jefry Romdoni, 140.296 (19.63 %)

Dengan perolehan suara itu, Karna-Tarsono berhak menduduki jabatan tertinggi di Kota Angin tersebut untuk lima tahun mendatang, sekaligus sukses PDIP mempertahankan tradisi juara di Pilkada Majalengka. Dua periode sebelumnya, PDIP sukses mempertahankan duet Sutrisno-Karna Sobahi, sejak 2008.

Bupati Majalengka terpilih H Karna Sobahi mengucapkan syukur alhamdulillah atas kepercayaan masyarakat Majalengka yang telah memilihnya. "Alhamdulillahirobilalmin. Terima lasih para pejuang militan partai dan terima kasij para pejuang militan dan relawan serta masyarakat Majalengka yang telah berjuang memenangkan pasangan Karna-Tarsono. Jasa dan semangat kalian telah mampu meyakinkan rakyat untuk memilih yang terbaik untuk kesejahteraan rakyat," kata Karna.
 
Dikatakan Karna, dalam membangun Majalengka kedepan dengan tantangannya yang semakin kompleks, dibutuhkan kerjasama semua pihak tanpa terkecuali. "Tanpa gotong royong sangat mustahil Majalengka maju dalam mensejahterakan rakyatnya. Dan saya berharap Majalengka saat saya mengemban amanah, dapat berkembang pesat seperti kota-kota besar lainnya di tanah air," katanya.

Di bagian lain, Ketua DPC PDIP Sutrisno lebih dulu mengundurkan diri sebelum KPUD Majalengka melakukan perhitungan rekapitulasi suara. Informasi yang dihimpun, mundurnya Sutrsino terkait kisruh di internal partai terkait dukungan di Pilkada Majalengka lalu.

Keputusan itu disampaikan Sutrisno seetlah menyampaikan kemenangan Paslon Nomor 2 di Pilkada Majalengka. Sutrisno tidak mejelaskan secara rinci alasan mundur dirinya dari posisi Ketua DPC PDIP Majalengka. Dia hanya menyampaikan untuk kondusifitas di tubuh PDIP

"Maka sebagai Ketua DPC PDI  Perjuangan di Majalengka ini saya akan meminta ijin ke DPP, Ibu Megawati untuk mundur sebagai Ketua DPC, tapi saya tidak akan kenana mana akan tetap di PDIP, karena proses politik 2019 sangat penting  harus dijaga," kata Sutrisno beberapa waktu lalu
 
Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan SDM, H Diding Badjuri mengatakan meskipun rekapitulasi suara sudah dilakukan, namun penetapan pemenang dalam Pilkada baru akan dilakukan beberapa waktu ke depan.

Kendati demikian, Diding berharap dengan terpilihnya bupati baru pilihan rakyat ini, diharapkan dapat membawa angin perubahan menuju Majalengka yang lebih baik. Termasuk dapat merangkul semua pihak, baik kawan maupun lawan, untuk menyatukan visi, karena sesungguhnya Majalengka tidak akan mampu dibangun tanpa adanya kerjasama dari semua elemen masyarakat. [JFA/Abduh]

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU