Kemenhub Tunggu dari DPRD Jabar Soal Nama BIJB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum bisa menentukan nama yang pas untuk bandara internasional jawa barat (BIJB) yang kerap disebut juga Bandara Kertajati. Nama-nama yang diajukan harus didapat dari DPRD Provinsi Jawa Barat yang diajukan ke Kementerian Perhubungan.

"Kalau nama sesuai aturan harus diusulkan DPRD Provinsi baru diajukan ke Pemerintah Pusat. Yang menyetujui nanti dari kami (Kemenhub)," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Ribuan Warga Majalengka Minta KH Abdul Halim jadi Nama Bandara
Kades dan BPD se-Kertajati Minta Nama Bagus Rangin Untuk Nama BIJB
Aher Usulkan KH Abdul Halim jadi Nama Bandara Majalengka

Dia menjelaskan usulan nama bandara memang harus sesegera mungkin karena dalam waktu dekat bandara BIJB akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencananya minggu ketiga bulan Mei bandara ini sudah diresmikan agar nantinya bisa dipakai masyarakat untuk mudik dari luar Jawa Barat ke Jawa Barat. Sebab banyak masyarakat dari Jawa Barat yang saat ini bekerja di luar Jawa sehingga ketika mudik bandara ini bisa mempermudah aksea pulang kampung.

Hingga saat ini, lanjut Budi, pengerjaan bandara tersebut telah mencapai 92 persen. Delapan persen sisanya adalah untuk melengkapi funiture dan hal-hal kecil lainnya. Pengerjaan yang terbilang cepat ini dianggap menjadi sesuatu yang baik dikarenakan dukungan dari banyak pihak termasuk swasta dan pemerintah provinsi Jabar. Sebab Pemda Jabar memberikan berbagai bantuan mulai dari moril hingga materil.

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka akan segera dioperasikan. Namun hingga kini, bandara tersebut belum memiliki nama resmi. Warga Majalengka mengusulkan dua nama tokoh nasional dari Majalengka yakni KH Abdul Halim dan Ki Bagus Rangin sebagai nama Bandara Internsional di kawasan Kertajati tersebut.

Umumnya mereka beralasan, dua nama tokoh itu selain sudah berjasa untuk Majalengka, adalah wajar jika tokoh daerah menjadi nama Bandara seagai bentuk penghargaan dan penghormatan jasa-jasanya.

K.H. Abdul Halim yang lahir di Desa Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, pada 26 Juni 1887 adalah Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono Nomor: 041/TK/Tahun 2008 tanggal 6 November 2008.

KH Abdul Halim merupakan tokoh pergerakan nasional, tokoh organisasi Islam, dan ulama yang terkenal toleran dalam menghadapi perbedaan pendapat antar ulama tradisional dan pembaharu (modernis).

Terdapat dua peninggalan K.H. Abdul Halim yang masih bertahan hingga hari ini, yaitu: pesantren Santi Asromo dan organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) yang bergerak di bidang agama, pendidikan, sosial dan budaya. Santri Asromo merupakan pendidikan pesantren yang membekali siswa dengan keterampilan.

Sementara Bagus Rangin adalah tokoh dari Bantarjati, Majalengka. Bagus Rangin diperkirakan lahir sekitar tahun 1761. Ia tokoh sejarah dan pahlawan yang menentang dan memimpin pemberontakan melawan Belanda pada Perang Cirebon tahun 1805-1812

Bagus Rangin berasal dari demak, distrik Blandong, Rajagaluh (sekarang Rajagaluh menjadi kecamatan Rajagaluh, Majalengka) yang terletak di kaki gunung Ciremai. Dia adalah putra dari Sentayem (Ki buyut Teyom), cucu dari Waridah dan keturunan dari Ki buyut Sambeng, salah satu dari cicit pembesar didaerah tersebut atau dalam Bahasa Cirebon disebut Ki Gede.

foto: IG @meldymaelud

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

KPU Tetapkan Nomor Urut Capres-Cawapres 2019: 1. Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin 2. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Saa… https://t.co/tweWko7VuD
Sinergitas TNI, POLRI dan FORKOPIMDA Kab Subang dlm rangka HUT Lalulintas ke-63 dan HUT PMI Ke-73, Fun Bike dan Lou… https://t.co/kymuwCnp68
Kejar Terget KTP-e, Disdukcapil Subang Butuh Suntikan Dana https://t.co/guaXJYrSye
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page