Ditinggal Istri jadi TKW, Warga Majalengka Alami Gangguan Jiwa

Otong Juanda (34) waga Desa Kertajati Kampung Cuyu Blok Cigoler RT 05 RW 07 Kecamatan Kertajati, Majalengka mengalami gangguan jiwa, setelah istrinya berangkat menjadi TKW.

Bahkan karena dianggap menggangu, selama empat bulan Otong harus dipasung warga setempat di sebuah gubug. Warga setempat Siti Komariah menuturkan Otong Juanda sebenarnya sosok yang rajin. Dia menceritakan, awal mula Otong mengalami gangguang jjiwa.

BACA: Didera Sakit Misterius, Selama 23 Tahun Warga Majalengka ini Terkapar di Temat Tidur

"6 tahun lalu saat istrinya menjadi TKW ke Arab Saudi, Otong mulai berulah dengan kerap meminta uang setiap minggu dengan mengancam anaknya akan dibuang ke sungak jika tidak mengirim uang, padahal saat itu istrinya berangkat baru beberapa bulan saja," kata Siti

Kesal dengan tingkah Otong, sang istri, saat kembali pulang ke tanah air, minta cerai dengan meninggalkan dua anak bersama neneknya. Beban mentyal yang dialami Otong cukup berat. Otong akhirnya mengalami stress berat bahkan sudah dipasung dua kali.

BACA: Saat Diperiksa, Senpi Anggota Polres Majalengka Ditemukan Kotor dan Berubah Bentuk

Karena semakin hari semakin membahayakan warga, empat tahun lalu akhirnya Otong dipasung dengan rantai di sebuah lahan kosong dan ditempatkan disebuah gubuk kecil yang sengaja.dibangun warga. Pihak keluarga mengaku pasrah terhadap kondisi Otong bahkan berharap jika nanti sudah sembuh berharap Otong bisa bekerja di Bandung.

Pada Rabu (11/10/2017). Otong Juanda akhirnya dijemput rombongan dari Rumah Sakit Jiwa Bandung. Rombongan dipimpin langsung Direktur RS Jiwa Bandung dr. Endang. Sebelum dibawa ke RSJ, Petugas RSJ ini harus melepas rantai yang semula melekat di kaki Otong. Otongpun dibersihkan, dari mulai mandi dan potong kuku, sebelum diangkut ke kendaraan. 

BACA: Brownies Buah Sukun Karya Mahasiswa Univ Majalengka Juara 3 Lomba Bussines Plan

Direktur RS Jiwa Bandung dr. Endang menjelaskan Otong Juanda segera dijemput ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari Puskesmas setempat. Otong dijemput untuk mendapatkan terapi intensif selama satu bulan, dan jika sudah kembali normal akan dikembalikan pada keluarganya. "Otong termasuk pasien yang tidak melakukan perlawanan dari awal membuka rantai hingga dimandikan," ungkapnya.

Dikatakanya, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat mendapat alokasi dana dari Gubernur Jabar untuk 100 pasien dengan metode menjemput pasien dari Rumah Sakit Jiwa ke lokasi penderita. "Pasien mengalami gangguan jiwa katena berbagai macam penyebab. Ada orang dengan masalah kesehatan jiwa dan ada yang kena gangguan jiwa.

dr Endang menguraikan penderita gangguan jiwa di Jawa Barat mencapai 10% sekitar 70.000 penderita gangguan jiwa. Sementara  yang perlu perawatan sekitar 7000 penderita dari 27 Kab/kota se Jawa Barat.

 

 

Follow Us:

Twitter @tintahijaucom

FB: Redaksi Tintahijau


Twitter Update

Cabuli Bocah Ingusan, Warga Palasah Majalengka ini Numpang di Rumah Teman https://t.co/3ciankwfWx
Pipin Chikal, Bidan Subang dengan Segudang Prestasi di Sirkuit https://t.co/GlLZhrdxXb
Jejak Seni Gembyung di Tengah Gempuran Musik Modern https://t.co/W41rm8gCiH
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page