FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jokowi Tunjuk Luhut Gantikan Airlangga Di Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung



 

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Keputusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi Menugaskan Luhut Binsar Pandjaitan melalui Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2021 yang terbit pada 6 Oktober. Luhut menggantikan posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam proyek itu.
 
Luhut Ditunjuk untuk memimpin Komite Jakarta-Bandung dilatari keakraban Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu dengan Cina. 
 
Demikian disampaikan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, seperti diberitakan Tempo. Luhut disebut-sebut memiliki sejarah hubungan baik dengan Pemerintah Cina.
 
“Alasan Presiden adalah di dalam proses penyelesaian kereta cepat perlu kemampuan negosiasi dengan pemerintah Cina. Pak Luhut kan selama ini punya hubungan dekat dengan Cina,” ujar Abra saat dihubungi pada Sabtu, (9/10/2021). Kepada Wartawan Tempo.
 
Abra Menilai, Jokowi ingin Luhut bantu anggaran investasi proyek kereta cepat tidak menjadi beban pemerintah atau BUMN Indonesia. Tapi bantuan itu harus ada dari negeri yang di sebut tirai bambu itu. 
 
Awalnya, proyek jumbo itu tidak mengandalkan APBN. Namun, Jokowi telah merubah ketentuan pendanaan. Kini dapat didukung oleh uang Negara.
 
Kebutuhan akan investasi, lanjut Ibra, proyek kereta cepat belakangan mengalami kendala karena membengkaknya anggaran. Anggaran proyek ini diestimasikan bertambah US$ 1,9 miliar atau dari semula Rp 27,17 triliun menjadi Rp 113,9 triliun.
 
“Pemerintah ingin ini menjadi beban bersama. Jadi faktor kunci kenapa Luhut yang dipilih, bukan Menteri BUMN, Menteri PUPR, atau Menteri Perhubungan,” kata Abra.
 
Soal kedekatan Luhut dengan Cina tampak di beberapa kesempatan. Luhut beberapa kali meminta masyarakat untuk tidak antipati terhadap produk-produk Cina, khususnya obat-obatan.  
 
"Kita juga jangan marah-marah terus sama Cina. Ternyata dua per tiga obat-obat dunia diproduksi di Cina," ujarnya seperti ditayangkan dalam YouTube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Selasa, (15/06/2021) lalu.
 
Luhut juga menilai teknologi di Cina sudah termasuk high-end atau termutakhir dalam memproduksi obat-obatan. ia mengatakan Pemerintah Indonesia sudah punya hubungan yang baik dengan Cina sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan transfer teknologi ke dalam negeri.
 
“Kebetulan hubungan kita dengan mereka sangat baik, kita manfaatkan itu untuk teknologi transfer ke kita. Mereka investasi ke kita, sehingga bahan baku obat obat kita dapat," ucap Luhut.
 
FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Berkomitmen untuk bisa konsisten dan tidak pernah berhenti untuk memperbaiki." ~Anthony Robbins~ https://t.co/X1L5oOwffd
SUAMI BERSAING DENGAN ISTRI DI PILKADES KABUPATEN SUBANG https://t.co/lbLgV5jk6W
Inilah 5 Fakta Terkini Terkait Kebakaran di Gedung Cyber 1 di Jakarta https://t.co/ekZ1P7Z2zJ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter