FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ditemukan Ratusan Celah Keamanan Pada Prosesor Snapdragon, Jutaan Perangkat Terancam

Dunia gadget dibikin geger setelah peneliti keamanan siber menemukan ratusan celah keamanan pada chipset Snapdragon racikaan Qualcomm.

Dari informasi yang berhasil kami rangkum melalui laman detikINET via CNET Senin (10/8), celah ini bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk mengubah ponsel menjadi alat mata-mata.

Peneliti dari Check Point menemukan digital signal processor (DSP) di chip Snapdragon memiliki lebih dari 400 kode yang rawan dieksploitasi. DSP sendiri merupakan salah satu komponen yang mendukung fitur pintar di ponsel seperti pengisian cepat atau menjalankan game augmented reality.

BACA JUGA:
Samsung Rilis Dua Smartphone Jagoan Baru, Galaxy Note 20 Series
Keseringan Main Ponsel, Awas Kena Sindrom 'Smartphone Pinky'
Waspada Modus Baru Peretasan WhatsApp, Jangan Sampai Anda Terkecoh
Waspada, Peretas Bisa Sadap Percakapan Anda Melalui Lampu Bohlam
Mengenal Anonymous, Peretas Situs Polisi AS Pasca Kematian George Floyd

Peneliti Check Point Slava Makkaveev mengatakan ada tiga cara hacker bisa menyalahgunakan celah ini.

Hacker bisa membuat aplikasi berbahaya yang mengeksploitasi kerawanan ini untuk melewati pos pemeriksaan keamanan dan mengambil data termasuk foto, video dan informasi lokasi.

Kerentanan ini juga memungkinkan aplikasi jahat untuk merekam panggilan dan menyalakan mikrofon di perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Cara lainnya adalah dengan memungkinkan aplikasi jahat untuk membuat ponsel tidak bisa lagi digunakan dan menyembunyikan malware di ponsel.

Peneliti Check Point mengatakan mereka tidak akan menjelaskan detail teknis dari ratusan kerentanan yang ditemukan, karena celah ini masih memiliki risiko keamanan untuk jutaan perangkat. Saat ini Snapdragon memang termasuk chip yang paling banyak digunakan dan ditemukan di 40% ponsel Android.

Qualcomm selaku produsen Snapdragon mengakui kerentanan ini dan mengeluarkan peringatan tentang celah tersebut. Masalah ini tetap menjadi risiko keamanan kecuali vendor ponsel juga merilis pembaruan untuk pengguna. Mereka juga memastikan celah tersebut saat ini tidak dieksploitasi oleh hacker.

"Kami bekerja dengan rajin untuk memvalidasi masalah dan membuat mitigasi yang sesuai tersedia kepada vendor ponsel," kata Qualcomm dalam keterangan resminya.

"Kami mendorong pengguna untuk memperbarui perangkat mereka saat patch tersedia dan hanya menginstal aplikasi dari lokasi terpercaya seperti Google Play Store," sambungnya.

Sumber: detikINET | Foto: Ilustrasi/Dok. Qualcomm

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Majalengka Bekuk Komplotan Pelaku Bobol Baterai Tower https://t.co/ofR3jM47kX
Ini Ciri-ciri Kehamilan 2 Bulan yang Wajib Mama Ketahui https://t.co/QtrAIKHCeI
Jelang Musim Hujan, Dinkes Subang Waspadai Efek Bencana Alam https://t.co/QXI1DnhbSH
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter