FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tahun 2021 Mendatang NASA Siapkan Pesawat untuk Hadang Asteroid yang Akan Menabrak Bumi



Baru-baru ini, sebuah informasi menyebutkan bahwa akan ada asteroid yang mendekati bumi.

Terkait hal ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) berencana akan mengirimkan pesawat ruang angkasa.

Hal ini sengaja dilakukan NASA di mana nantinya pesawat ruang angkasa ini akan ditabrakkan pada asteroid yang mendekati bumi.

BACA JUGA:
Sempat Bikin Heboh, Prediksi Kiamat Ini Semuanya Meleset
Penjelasan Ilmiah Soal Kalender Suku Maya Tentang Ramalan Kiamat 21 Juni
10 Tanda Besar Menjelang Hari Kiamat
Ahli Fisika Menjelaskan Alasan, Kenapa Manusia Tak Pernah Melihat Alien


NASA menyebutkan bahwa rencana ini merupakan misi yang bertujuan untuk menyelamatkan Bumi dari benda luar angkasa yang miliki potensi dapat menghancurkan.

Misi pengiriman pesawat ruang angkasa ini akan resmi diluncurkan pada tahun 2021 dan diberi nama Double Asteroid Redirection Test (DART).

Sebelumnya, asteroid sebagai target pertama telah ditemukan yang diberi nama Didymos. Namun, International Astronomical Union menyetujui untuk mengubah nama baru dengan Dimorphos.

Dilansir dari CNET via Pikiran-Rakyat, The European Space Agency (ESA) membandingkan ukuran Dimorphos itu sebesar Piramida Mesir.

Menurut salah satu ilmuwan planet dan anggota tim DART, Kleomenis Tsiganis mengatakan DART dirancang untuk mengantisipasi dampak kinetik, yang berarti akan menabrak Dimorphos dalam upaya untuk mendorongnya pulang.

Jika berhasil, metode ini berpotensi digunakan untuk memindahkan asteroid yang mengancam Bumi ke jalur yang lebih aman.

"DART adalah langkah pertama dalam metode pengujian untuk defleksi asteroid berbahaya," kata Andrea Riley, Eksekutif Program DART di Markas Besar NASA.

Asteroid berbahaya adalah masalah global dan NASA tidak bisa mengatasinya sendiri.

"Asteroid yang berpotensi berbahaya adalah masalah global dan kami senang dapat bekerja sama dengan kolega Italia dan Eropa kami untuk mengumpulkan data yang paling akurat dari demonstrasi defleksi dampak kinetik ini." ujar Andrea Riley.

Didymos dan Dimorphos bukan ancaman nyata bagi Bumi, tetapi mereka bisa menjadi objek ujian yang sangat berharga saat kita mencari cara baru untuk melindungi Bumi.

Setelah misi ini dilakukan, nantinya para astronom dapat membandingkan terkait orbit yang dilalui oleh asteroid tersebut.

"Para astronom akan dapat membandingkan pengamatan dari teleskop, sebelum maupun sesudah misi DART diluncurkan untuk menentukan berapa banyak periode orbit Dimorphos yang berubah," kata Ilmuwan Utama Misi DART, Tom Statler dikutip dari laman NASA.

Uji coba misi DART kali ini tak hanya melibatkan NASA tetapi ada juga badan antariksa dari negara lain yang ikut berpartisipasi seperti Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA).

Nantinya, ESA bertugas untuk menyelediki lebih lanjut dampak dari uji coba DART terhadap Dimorphos.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Cara Mendidik Anak Agar Berani Menyampaikan Pendapat https://t.co/U350nxjhVW
Catat! Inilah Tips Aman Saat Main TikTok https://t.co/10EaEpXGiH
Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter