FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Aplikasi Zoom Bakal Perbaiki Fitur Enkripsi Bagi Pengguna Berbayar



Sejak meraih popularitas di masa pandemi corona, platform video call Zoom terus melakukan peningkatan pada sistem keamanan yang sempat bermasalah. Kali ini, Zoom berencana meningkatkan sistem keamanan enkripsinya.

Namun, peningkatan sistem keamanan kali ini hanya  diperuntukkan bagi pengguna berbayar dan institusi seperti sekolah atau organisasi penting lainnya. Sementara, pengguna Zoom gratisan tidak akan kebagian enkripsi kuat ini.

Berdasarkan laporan Reuters, Konsultan Keamanan Zoom, Alex Stamos, mengatakan rencana ini masih bisa berubah. Selain itu, Zoom belum memutuskan organisasi nirlaba atau pengguna mana yang memenuhi syarat untuk mendapatkan akses video meeting yang lebih aman.

BACA JUGA:
Google Meet Kini Punya Fitur Mirip Zoom, Bisa Tampilkan 16 Orang Sekaligus
Tips Aman Meeting Online Menggunakan Aplikasi Zoom
Akun WhatsApp Anda Dibajak? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini
Waspada Modus Baru Peretasan WhatsApp, Jangan Sampai Anda Terkecoh


Sejak pandemi corona menyebabkan banyak orang tetap berada di rumah, Zoom kebanjiran jumlah pengguna, baik yang gratisan maupun berbayar. Hal itu karena Zoom memungkinkan pengguna untuk menggunakan layanan tanpa melakukan pendaftaran.

Saat ini jumlah penggunanya mencapai 300 juta per hari. Namun karena fitur ‘kebebasan’ yang tidak harus registrasi ini, ada banyak pengacau kerap masuk dalam meeting, pura-pura sebagai partisipan meeting dan mengacaukan jalannya meeting.

Di sisi lain, peneliti keamanan di Electronic Frontier Foundation, Gennie Gebhart, berharap agar video conference Zoom menyediakan perlindungan keamanan ke seluruh pengguna. Namun hal itu ditentang karena menurut sejumlah pengamat teknologi dan penegak hukum, enkripsi bisa dimanfaatkan aktor jahat dan predator seksual untuk menghindari deteksi.

"Pembayaran biaya lebih mahal untuk kehadiran enkripsi adalah cara untuk menyingkirkan penyusup, termasuk penjahat yang memanfatkan layanan gratis," kata salah satu pengamat keamanan.

Stamos sendiri, yang merupakan mantan Kepala Keamanan Facebook, baru saja bergabung ke Zoom untuk membantu perusahaan menangani celah keamanan. Kala itu, ada banyak organisasi yang memutuskan berlangganan Zoom berbayar karena fenomena ‘zoombombing’.

"Pada saat yang sama, Zoom berusaha meningkatkan keamanan. Perusahaan juga berupaya meningkatkan kepercayaan dan keamanan (di platform)," kata Stamos.'

Stamos juga menyebut, jika Zoom benar menghadirkan fitur end-to-end encryption, tidak akan satu pun orang yang akan menerobos sistem keamanan dan menyelundupkan diri ke virtual meeting orang lain, termasuk tim teknisi Zoom.

Enkripsi end-to-end tidak mengizinkan siapa pun, kecuali peserta untuk bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi dalam meeting. Saat ini, penguatan sistem keamanan enkripsi di Zoom tengah dikerjakan.

Sumber: Kumparan | Foto: Kepala keamanan Facebook, Alex Stamos Foto: Reuters/Steve Marcus

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Update Covid-19 Purwakarta: Konfiirmasi Positif 17, Kontak Erat 68, dan Suspek 8 orang https://t.co/k1rztaa2bA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter