FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Memantik Kebahagian Bathin dari Jalanan Subang Kota

Indeks Artikel



Jumlah pengguna kendaraan bermotor di tanah air dari tahun ke tahun semakin bertambah saja. Masyarakat memiliki kecenderungan untuk memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun mobil. Hasil sensus yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, pada tahun 2019 saja jumlah kendaraan bermotor yang digunakan oleh masyarakat Indonesia berjumlah lebih dari 133 juta unit.

Jumlah ini tentu akan meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya jumlahpenduduk. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang digunakan masyarakat berbanding terbalik dengan kualitas udara yang tersedia diperkotaan. Udara yang dihirup oleh masyarakat sudah mengandung zat berbahaya karena tercemar dari asap kendaraan bermotor dan asap dari pabrik.Semakin banyak jumlah kendaraan bermotor semakin tercemar pula udara yang dihirup oleh masyarakat.

Semakin menurunnya kualitas udara yang disebabkan polusi kendaraan bermotor dapat menurunkan kualitas kesehatan manusia. Banyak masalah kesehatan serius yang bermula dari menghirup udara yang tercemar oleh polutan yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor. Polusi udara dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada tubuh manusia seperti masalah pernapasan dan paru – paru, terganggunya sistem peredaran darah dalam tubuh, diare dan pneumonia atau radang paru-paru.

OPINI LAINNYA:
OPINI: Nasib Pembelajaran Daring Pasca Pemberlakuan PTM
OPINI: Kegagalan Kaum Tua dalam Memahami Politik Anak Muda
OPINI: 'Masa Depan' Sekolah Swasta




Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan polusi udara merupakan bahaya yang mematikan bagi tubuh manusia terutama anak-anak. Anak – anak menjadi perhatian karena pada dasarnya kondisi tubuh anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna. Selain itu menghirup udara yang tercemar dapat menyebabkan gangguan pada kepala sehingga menyebabkan sakit kepala yang berkepanjangan.

Kabupaten Subang yang merupakan wilayah berkembang dan sedang menuju arah indutrialisasi berpotensi memiliki tingakat pencemaran udara yang tinggi. Tingkat mobilitas yang tinggi dari penduduknya membuat polusi dari kendaraan bermotor semakin meningkat. Ditambah lagi dengan polusi yang dihasilkan asap dari pabrik-pabrik yang semakin bertambah jumlahnya di Kabupaten Subang. Dari banyaknya masalah kesehatan yang disebabkan polusi kendaraan bermotor dan asap pabrik, sudah tentu diperlukan solusi guna menurunkan tingkat pencemaran udara, khususnya diperkotaan karena menjaga kualitas kesehatan penduduk merupakan hal yang penting.

Salah satu kawasan di perkotaan yang rentan terhadap polusi udara adalah jalan raya. Jalan raya merupakan kawasan lalulintas yang digunakan oleh ribuan kendaraan bermotoryang hilir mudik setiap harinya. Bukan menjadi rahasia lagi jika udara dikawasan jalan raya tercemar dan kotor akibat dari polusi kendaraan bermotor. Polusi dari kendaraan bermotor juga menghasilkan hawa yang panas dan gersang, tentu situasi seperti ini tidak baik bagi kesehatan manusia.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat tercemarnya udaradi perkotaan adalah dengan memperbanyak kawasan hijau dan melakukan penghijauan pada jalanan di perkotaan. Penelitian membuktikan bahwa pohon-pohon dipinggir jalan efektif dalam meyerap zat polutan yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor dan menghasilkan udara yang bersih.

SELENGKAPNYA KLIK HALAMAN BERIKUTNYA..



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua" ~Cut Nyak Dien~ https://t.co/FraVwT0QIg
Heboh Pernyataan Al Gore 'Indonesia Negara Rapuh', Begini Kata Megawati https://t.co/hA5pRXP4YY
Menilik Sejarah dan Isi Teks Sumpah Pemuda yang Jadi Persatuan Bangsa https://t.co/tRcKSrvPPZ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter