FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Kegagalan Kaum Tua dalam Memahami Politik Anak Muda

Indeks Artikel



Berkaca pada sejarah bahwa setiap momen perubahan sosial dan politik di Indonesia dalam setiap masa selalu dihentakan dengan gerakan-gerakan politik imajiner anak muda.

Jauh-jauh hari bahkan sebelum negeri ini merdeka, anak-anak muda imajiner itu berkumpul untuk merumuskan sebuah konsep dan gagasan besar tentang ke Indonesiaan. Yang kemudian kita kenal dengan "Sumpah Pemuda" pada tahun 1928.

Fase berikutnya rumusan imajiner itu tidak hanya tertahan pada sebuah gagasan ke Indonesiaan yang tertulis dalam setiap bait dan baris puisi imajiner "Sumpah Pemuda". Soekarno dan Moh Hatta yang merepresentasikan perwakilan dan anak-anak muda terpelajar pada saat itu berani untuk memproklamasikan kemerdekaan atas terbentuknya sebuah negara bangsa yang bernama "Indonesia".

20 Tahun masa pemerintahan Soekarno itu dilalui hingga terjadinya huru hara politik tahun 1965-1966 yang menumbangkan rezim orde lama kepada orde baru. Peristiwa Gestapu yang menjadi sumber malapetaka pemerintahan Soekarno yang hingga hari ini masih banyak misteri dan banyak versi sejarah tentang apa sebenarnya terjadi pada saat itu.

Orde lama tumbang digantikan dengan orde baru. Soeharto keluar sebagai Jendral pemenang atas huru hara politik Gestapu 1965-1966 yang mengantarkan dirinya menjadi Presiden kedua setelah Soekarno dengan masa jabatan Presiden paling lama selama 32 tahun.



OPINI LAINNYA:
OPINI: Yang Bertahan Di Tengah Pandemi
OPINI: 'Masa Depan' Sekolah Swasta
OPINI: Gonjang - ganjing Belajar Daring
 

Awal-awal kepemimpinan Soeharto dikenal cukup demokratis dan dianggap bisa membawa sebuah harapan bagi gerakan anak-anak muda dan mahasiswa pada saat itu. Para aktifis mahasiswa berkoalisi dengan militer untuk melawan dan menumbangkan politik PKI dan para loyalis Soekarno. Namun seiring berjalanya waktu bukan kekuasaan namanya kalau tidak menjerat setiap pelakunya pada kenikmatan yang meninabobokan pada tahta kekuasaan itu sendiri.

Kebijakan-kebijakan Soeharto kemudian dianggap kontroversial, seperti petrus yang dianggap sebagai sebuah pelanggaran HAM, sikap kerasnya terhadap tahanan politik (tapol) terutama orang-orang yang di anggap komunis dan para keluarganya, penangkapan para aktifis yang kritis terhadap kebijakanya, membuat lahirnya oposisi gerakan bawah tanah sejak dekade 80 hingga lahir gerakan reformasi 1998 yang menumbangkan kekuasaanya.

Kesuksesan reformasi 1998 tak bisa lepas dari sebuah gerakan politik anak-anak muda yang dimulai dari dekade 80 an dengan membentuk oposisi gerakan bawah tanah, yang hal seperti ini sulit untuk bisa dipahami oleh para generasi tua pada saat itu.

Apa sih sebenarnya yang oleh para generasi tua itu sulit untuk bisa dipahami, sulit dan tidak bisa membaca peta politik gerakan anak-anak muda ini, apakah ini hanya sebuah peristiwa kebetulan saja? pertanda apakah? atau mungkin mereka hanya sekumpulan gerombolan anak nakal yang hanya ingin ikut-ikutan saja. Hal ini yang seringkali dilupakan.

Lalu harus seperti apa kita membaca Indonesia, terutama untuk anak-anak muda. Dalam perjalanan sejarahnya politik Indonesia selalu mengalami kegalauan dalam setiap fase 20 tahun sekali. Baik dari ketika masih dalam pendudukan belanda, masa-masa revolusi hingga kemerdekaan, terhitung sejak "Sumpah Pemuda" hingga proklamasi kemerdekaan. Fase pemerintahan orde lama hingga huru hara politik 1965, era orde baru hingga dekade pertengahan 80 an sampai lahirnya reformasi.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan, Kemdikbudristek: Diperlukan Dukungan Semua Pihak https://t.co/rCJ1cmegxq
Quote "Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua" ~Cut Nyak Dien~ https://t.co/FraVwT0QIg
Heboh Pernyataan Al Gore 'Indonesia Negara Rapuh', Begini Kata Megawati https://t.co/hA5pRXP4YY
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter