FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Gonjang - ganjing Belajar Daring



Pandemi Covid -19 hingga saat ini masih mewabah di seluruh penjuru dunia. Sejak kemunculannya pada akhir tahun 2019 hingga saat ini  covid 19 telah menginfeksi ratusan juta orang di seluruh dunia.

Virus yang pertama kali muncul di negara China ini meneyerang sistem pernapasan manusia, orang yang terinfeksi virus ini dapat menunjukan sakit dengan gejala rinngan hingga berat. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah dan memiliki penyakit penyerta bila terinfeksi covid 19 beresiko menunjukan sakit dengan gejala berat.

Di Indonesia hingga bulan Agustus 2021 Covid 19 telah menginfeksi tiga juta orang lebih, dan pada bulan Juni – Juli 2021 Bed Occupancy Rate ( BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit – rumah sakit dikota – kota besar di tanah air sangat tinggi hingga mencapai 70 – 80 persen. Hal ersebut dikarenakan persebaran Covid 19 Varian Delta pada bulan Juni – Juli 2021 telah menyebar secara masif di tengah masyarakat.

Ditengah masih merebaknya penyebaran kasus infeksi covid 19 di indonesia hingga saat ini, pemerintah mengambil serangkaian kebijakan guna menimalisir penyebaran wabah ini. Adapun kebijakan yang diambil yang bersinggungan dengan dunia pendidikan yaitu penerapan kebijakan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang biasa disebut juga dengan belajar daring. Pelajaran Jarak  jauh ini  memanfaatkan teknologi internet dan telepon seluler pintar (Smartphne).

Kebijakan Pelajaran jarak jauh ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Penerapan kebijakan pelajaran jauh ini dilakukan guna melindungi para peserta didik dariancaman infeksi covid 19. Bukan hanya indonesia saja yang menerapkan kebijakan Pelalajaran  Jarak jauh bagi para siswa nya, tetapi negara – negara lain di dunia ini juga menerapkan sistem Pelajaran Jarak jauh di tengah kondisi pandemi covid 19 yang belum mereda ini.

Indonesia mulai menerapkan Pelajaran Jarak Jauh atau belajar secara daring  pada bulan Maret 2020. Pada bulan Agustus 2021 para peserta didik di Indonesia masih melakukan belajar secara daring di semua jenjang pendidikan. Belajar secara daring yang atau Pelajaran Jarak Jauh ini sangat tepat diterapkan di tengah kondisi pandemi ini, karena bagaimanapun juga menjaga keselamatan dan kesehatan para peserta didik dari ancaman infeksi covid 19 adalah yang paling penting.

Akan tetapi pelaksanan Pelajaran Jarak jauh ini bukan tidak ada kendala dan dampak yang dirasakan baik bagi para guru maupun bagi peserta didik. Bagi para guru pengalaman pelaksanaan Pelajaran Jarak Jauh ini memiliki karakteristik dan teknik yang berbeda dengan Pelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Diperlukan kreativitas dan keahlian yang mumpuni agar Pembelajaran Jarak Jauh tidak membosankan dan lancar dilaksanakan. Disinilah keterampilan guru akan diuji, baik di bidang Teknologi Informasi maupun dari segi komunikasi karena dalam kondisi apapun pelajaran harus tetap dilaksanakan. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada guru dituntut untuk mampu membuat para siswa tidak bosan dalam mengikuti pelajaran jarak jauh.

Penerapan Pelajaran Jarak Jauh ini sangat bergantung pada pemanfaatan teknogi jaringan internet dan pengguanaan telepon seluler pintar. Pemerintah harus memastikan agar kulaitas sinyal jaringan internet tetap terjaga sehingga pelajaran jarak jauh dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu kuota internet bulanan yang disalurkan pemerintah kepada para guru, dosen dan peserta didik dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi dapat menunjang pelaksanaan Pelajaran Jarak Jauh ini  di tengah keterbatasan kuota internet yang mungkin dirasakan oleh sebagian orangtua dari para peserta didik.

Hal lain yang menjadi catatatan  pada pelaksaan Pelajaran Jarak Jauh ini yaitu para peseta didik kurang dalam melakukan aktivitas fisik.Hal inidikarenakan Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan di rumah tidak melibatkan aktivitas fisik sebanyak ketika belajar secara tatap muka yang dilaksanakan di sekolah.
Ketika belajar secara tatap muka disekolah para siswa banyak sekali melakukan aktivitas fisik seperti pada pelajaran olahraga maupun ketika perjalanan berangkat dan pulang dari sekolah, selain itu ketika di sekolah para peserta didik dapat melakukan aktivitas sosial.

Banyak orangtua yang mengeluhkan kurang nya aktivitas fisik bagi putra – putri nya di rumah ketika sekolah belum dibuka, tetapi hal ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan ketika Pelajaran Jarak juah ini masih diterapkan mengingat pandemi covid 19 ini masih mewabah dan belum menunjukan tanda- tanda mereda.

Dalam upaya membuat anak bisa melakukan aktivitas fisik selama Pelajaran Jarak jauh diterapkan para orangtua dapat membuat kegiatan alternatif yang membuat putra-putri nya tetap aktif di rumah. Para orangtua dapat mengambil peran penting dalam mendampingi putra – putri nya selama Pelajaran Jarak Jauh diterapkan. Para orangtua dapat mengajarkan life skill atau keterampilan hidup bagi para putra-putrinya agar lebih mandiri, seperti menyapu halaman, membersihkan rumah, mencuci pakaian sendiri hingga memasak.

Hal – hal sederhana ini dapat menentukan kesuksesan seorang anak dimasa depan, karena seorang anak yang terbiasa mandiri dalam mempersiapkan keperluannya sendiri akan lebih matang secara emosional dan lebih bertanggunga jawab. Sikap mandiri dan bertanggung jawab merupakan faktor yang membuat anak lebih siap menghadapi kehidupan ketika dewasa nanti.

Demikian hal –hal yang menjadi catatan dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh ini. Semoga pelaksanaan Pemblajaran Jauh ini menjadi momentum agar para guru dapat lebih siap dengan kondisi apapun dalam memberikan pelajaran kepada para peserta didik. Adapun bagi para orangtua PJJ inidapat membuat hubungan yang lebih dekat dengan putra- putrinya sehingga bisa memahami sisi emosional mereka.

Selain itu bagi para peserta didik pelaksanaan belajar daring ini dapatdijadikan momentum bagimerekamempelajari life skill atau ketermapilan hidup agar lebih mandiri dan bertangggung jawab untuk bekal mereka kelak ketika dewasa. Semoga Pandemi ini dapat segera teratasi dengan izin Allah SWT dan kehidupan bisa normal kembali, Aamiin.

Restu Jurnia Utama, Penulis adalah Pemerhati Sosial







FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bripda Randy yang Perkosa Novia Widyasari Akhirnya Dipecat Secara Tidak Hormat https://t.co/cOtVD4TOnu
BNPB Sebut 14 Orang Meninggal Dunia dan 56 Luka Akibat Erupsi Gunung Semeru https://t.co/hKVt1pU8wG
Tahukan Kamu, Sebenernya Temanmu Suka Padamu, Ini Tanda-Tandanya https://t.co/JfWtYJCJ5y
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter