FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Jogo Tonggo, Kepeduian berbasis Kearifan Lokal

Indeks Artikel

Di awal tahun 2021 ini bencana datang bertubi-tubi dimulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, lalu banjir bandang, rob air laut, longsor, gempa, gunung meletus, tanah bergerak dan musibah lain yang menimbulkan duka mendalam, bagi para korban dan keluarga korban, banyak yang kehilangan harta dan tidak sedikit yang meninggal. Sementara covid 19 yang sudah mewabah hamper setahun belum juga hilang, justru cenderung meningkat, Satgas Covid 19 Pusat menyampaikan bahwa tanggal 26 Januari 2021 warga yang terkonfirmasi positif covid tembus satu juta, bahkan Ketua Satgas Covid 19 menjadi salah satu yang terkomfirmasi positif.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang peduli, gotong royong menjadi bukti nyata bentuk kepedulian dan kesetiakawanan mereka, ketika ada musibah mereka bahu membahu memberikan pertolongan baik secara langsung maupun melalui lembaga, diantara lembaga yang menghimpun dana masyarakat baik berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf dan kemudian disalurkan kepada yang berhak adalah Lazismu, lembaga Amil zakat di bawah Muhammadiyah yang merupakan kependekan dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah, yang kepengurusannya dari tingkat pusat sampai tingkat ranting, dan dilembaga-lembaga lain dibawah Muhammadiyah yang dikenal dengan istilah Amal Usaha Muhammadiyah seperti Sekolah dan Perguruan Tinggi di bidang Pendidikan, Klinik dan Rumah Sakit di bidang Kesehatan.

Sebagai Ketua Lazismu di salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu Universitas Muhammadiyah Purworejo, penulis ikut terlibat bersama amil dan relawan dari mulai pengumpulan dana dari muzaki, munfik dan donatur sampai penyaluran dana kepada yang berhak, secara insidental bila ada musibah bekerja sama dengan Aliansi Mahasiswa menggalang dana dengan membuka donasi untuk kemanusiaan.

Proses penyerahan bantuan adalah proses yang sering membuat suasana emosional, yang mengharu biru, bulir air mata yang jatuh diiringi isakan berubah menjadi tangisan sering terdengar dari para korban bencana seperti kebakaran, kebanjiran, longsor, terpapar covid 19 dan lain-lain, ucapan terima kasih berulangi ulang disampaikan, melihat mereka bahagia menerima kami saudaranya datang silaturahmi menyampaikan rasa prihatin, doa, motivasi dan bantuan, membuat kami bahagia mungkin lebih bahagia dari mereka karena bisa menyampaikan amanah donasi dari para donatur.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

OPINI: Kesetaraan Gender dalam Bingkai Kebersamaan https://t.co/QzsJfd1Ra9
Gaduh Video Tendangan, PT Taekwang Temui ke Pemkab Subang https://t.co/nyECsUqXkf
Setahun Covid-19, Gubernur Jabar Ajak Masyarakat Harus Move On https://t.co/Ac6fQj7hTj
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter