FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Dilema Antara Aspirasi dan Konsekwensi Daerah Otonomi Baru

Indeks Artikel

Daerah Otonomi Baru Dan Dampaknya Terhadap Keuangan Negara Maulana, 2020

Hasil kajian menunjukkan bahwa sejak era reformasi, pembentukan daerah otonomi baru sangat masif terjadi. Jika dihitung rata-rata dari 1999-2014, setiap tahun DOB provinsi dan kabupaten/kota bertambah sebanyak 13 DOB per tahun. Pembentukan DOB membutuhkan persiapan dan biaya yang cukup besar, mulai dari pembentukan awal hingga penyelenggaraannya. Selain itu, secara umum DOB menunjukkan dependensi fiskal yang lebih tinggi dibandingkan daerah lama.

Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pembentukan DOB tersebut telah menimbulkan tekanan terhadap keuangan negara (APBN) akibat besarnya jumlah dana yang harus ditransfer kepada daerah-daerah baru. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) meningkat, tapi ketergantungan terhadap Dana Alokasi Umum (DAU) masih tetap tinggi.

Pengaruh Pemekaran Wilayah Terhadap Pertumbuhan Ekonomian Daerah, Safitri 2020

Pemekaran di Indonesia dalam kurun waktu 2008 sampai dengan 2017. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder terdiri dari runtut waktu 2008 sampai tahun 2017 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Nasional. Analisis yang digunakan adalah Indeks Diversitas Entropi PDRB,Indeks Diversitas Entropi Pendapatan Daerah, dan Tipologi Klassen.

PDRB provinsi hasil pemekaran wilayah menunjukan kenaikan di setiap tahunnya namun perkembangan perekonomian menunjukan sebaliknya. Pendapatan Daerah di Provinsi hasil pemekaran menunjukan adanya kenaikan di setiap tahunnya, namun hal ini tidak terlepas dari tingginya Dana Perimbangan yang didapat dari pemerintah Pusat.

Maka, poin kedelapan yaitu secara nyata diperlukan perubahan pola belanja aparatur dan pembangunan di dob sehingga dalam jangka pendek akan menciptakan permintaan barang dan jasa yang dapat mendukung terciptanya pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga dalam jangka panjang keuangan pemerintah sendiri akan meningkatkan optimalisasi pendapatan dan kemandiran fiskal.

Kesimpulan

Jika tujuan dari pembentukan daerah otonomi baru (DOB) diarahkan pada tiga hal yaitu efisiensi kinerja layanan publik, peningkatan kesejahteraan rakyat dan memperpendek rentang kendali pemerintah pusat, maka solusi tersebut bukan alternatif tunggal artinya ada juga alternatif lain dengan dekonsentrasi dan tugas pembantuan dengan penyerahan wewenang (empowering) pada kabupaten atau kecamatan di daerah yang lama (tetap).

Jika desentralisasi pemekaran wilayah yang dipilih maka, harus dipertimbangkan secara matang dengan “menomorakhirkan” sisi politis, dalam menimbang keuntungan dan kerugian serta antisipasi dampak-dampak setelah pemekaran baik kepada DOB atau kepada daerah induknya.

Dalam beberapa kesempatan ketika manusia mengedepankan emosional ketimbang rasional, manusia sering lancar mengemukakan apa yang tidak dia sukai namun kemudian bingung ketika ditanya maunya apa, apalagi menjawab bagaimana mencapai tujuan yang diinginkan tersebut dengan benar ? wacana yang mengedepankan emosional juga sering pakai judul “pokoknya”. Tentu Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita

 

Gugyh Susandy, SE.M.Si.,CBM.,Dr(c), Penulis adalah Dosen di STIESA Subang


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Satlantas Polres Majalengka Buru Pemotor Knalpot Brong https://t.co/vGZ325FrM2
Wabup Subang Apreisasi Pembangunan Zona Intergritas BPS https://t.co/P4iMwvCjrZ
Pemprov Jabar Kembangkan Ekosistem Peternakan https://t.co/krsZu9ldAN
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter