FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Militansi Guru di Masa Pandemi

Indeks Artikel

Wabah Covid – 19 yang telah kita alami selama hampir setahun ini nampaknya tidak akan reda dalam waktu dekat. Sebaliknya, data menunjukkan semakin tingginya warga yang terinfeksi hingga berakhir dengan kematian. Pemerintah pusat dan daerah pun kini bahu membahu guna menekan penyebaran wabah mematikan tersebut. Pembatasan aktivitas secara ketat kembali diberlakukan terutama menjelang pergantian tahun.

Di sisi lain, pendidikan sebagai salah satu bidang yang mengalami dampak luar biasa dari adanya wabah tersebut kini diliputi ketidakpastian. Sekalipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan pernyataan bahwa untuk semester dua mendatang sekolah diperbolehkan menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas, izin dari para orangtua serta pemerintah daerah setempat sangat menentukan. Artinya, apabila salah satu pihak tidak memberikan izin, maka kegiatan pembelajaran pun terpaksa kembali akan dilakukan secara daring, terlepas dari berbagai kelemahan yang ada.

OPINI LAINNYA:

OPINI: Menerapkan Bahasa Inggris Sejak Dini, Pentingkah?

OPINI: Pembelajaran Inovatif untuk Mewujudkan Merdeka Belajar

OPINI: Orientasi Pembelajaran di Masa Pandemi

Untuk mengetahui sejauh mana respon orangtua, sekolah – sekolah di berbagai daerah pun membagikan angket yang berisi tentang persetujuan orangtua apabila di semester 2 nanti kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka. Hasilnya, sebagian besar (lebih dari 80 persen) orangtua ternyata setuju. Fenomena tersebut menjadi menarik mengingat kondisi di lapangan menunjukkan bahwa Covid – 19 semakin mengganas. Dalam konteks ini, para orangtua rupanya mulai menyadari bahwa ancaman yang jauh lebih berbahaya dari Covid – 19 kini tengah mengintai anak – anak mereka apabila terlalu lama berada di rumah. Adapun degradasi moral merupakan persoalan yang paling banyak dikeluhkan oleh para orangtua.

Di lain pihak, pemerintah daerah pun sepertinya akan sangat bergantung pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid – 19 yang ada di daerah. Jika melihat kondisi hari ini, kecil kemungkinan pihak Satgas akan memberikan izin atau rekomendasi agar kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di semester dua nanti. Artinya, guru serta orangtua harus siap apabila kegiatan pembelajaran kembali digelar secara daring.

Berkaca pada pengalaman semester sebelumnya, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring dirasakan kurang maksimal dan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik peserta didik serta upaya penanaman nilai – nilai karakter. Selain itu besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli perangkat digital serta kuota internet pun menjadi permasalahan tersendiri bagi sebagian orangtua. Artinya, saat pembelajaran daring dilaksanakan, beban orangtua menjadi bertambah dalam hal biaya, pikiran serta tenaga. Dalam banyak kasus, orangtua lebih sering mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) anaknya karena terus ditagih oleh guru.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bupati Subang: Bulan Ini Ada Rotasi Mutasi Jabatan! https://t.co/yLfbeN4BKG
Semua Korban Longsor di Sumedang Akhirnya Ditemukan https://t.co/jQfvS4s4Q6
Gubernur Jabar Klaim Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi Menurun https://t.co/5sk3YqTrBX
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter