FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Dampak Covid-19 Terhadap Perkembangan Belajar Anak

Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sudah lebih dari delapan bulan terakhir ini yang berdampak pada perubahan aktifitas belajar-mengajar. Tak terkecuali di Kabupaten Subang tempat saya melakukan “KKN Tematik”, sejak bulan maret aktifitas pembelajaran daring menjadi sebuah pilihan kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang semakin meluas.

Praktik pendidikan daring ini juga dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan khususnya di Kecamatan Kalijati Desa Kaliangsana Dusun Boreas. Tidak ada lagi aktifitas pembelajaran di ruang-ruang kelas sebagaimana lazim dilakukan oleh guru dan siswa.

Kampus saya pun memutuskan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang dua yang bertema “KULIAH KERJA NYATA TEMATIK PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DAMPAK COVID-19” secara daring.

Akibat banyak guru yang gagap menghadapi perubahan drastis ini. Sementara tidak ada lagi cara lain untuk meminimalisir penyebaran covid-19 selain membatasi pertemua orang-orang dalam jumlah yang banyak.

OPINI LAINNYA:

OPINI: Kebijakan Pemerintah dan Penegakan Hukum Soal Covid-19

OPINI: Polemik Komunikasi Ortu dan Guru di Masa Pandemi

OPINI: Batik Sebagai Kekayaan Indonesia


Bukan hanya guru saja yang gagap menghadapi perubahan drastis ini,tetepi para orangtua murid juga merasakannya. Semenjak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) para orang tua pun kerap menghadirkan sejumlah tantangan,terlebih bagi orangtua yang kini menjadi pendamping utama anak belajar dari rumah.

Untuk itu saya Putri Rhamadyna Nyolandra mahasiswi semester 7 prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Purwakarta yang dibimbing oleh Ibu Dewi Indriati  Hadi Putri S.Pd, M.T. melaksanakan program KKN di Desa Kaliangsana Dusun Boreas dengan program pendampingan kepada guru,siswa,dan orangtua siswa secara daring. Bertujuan agar proses belajar-mengajar bisa terlaksana.

Sistem pembelajaran daring merupakan sistem belajar mengajar tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa akan tetapi melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang orangtua murid “Dari pembelajaran daring itu sendiri membuat anak kurang bersemangat untuk belajar, terkadang juga terkendala oleh jaringan. Ditambah juga dengan tingkat pendidikan orang tua siswa yang berbeda-beda”.

Perlu kita sadari juga bahwa ketidak siapan guru,siswa,dan orangtua siswa terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar yang tadinya bertatap muka menjadi ke tatap maya (daring) sangat mendadak,tanpa ada persiapan yang matang. Tetapi ini semua harus tetap dilaksanakan agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar dan siswa pun aktif dalam mengikuti pembelajaran walaupun dalam kondisi pandemic covid-19.

Dengan demikian, solusi untuk saat ini mungkin siswa bisa belajar bersama (kelompok) dengan teman-teman yang rumah terdekat,juga dengan membatasi jumlah siswa berkelompok. Diharapkan semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir. Sehingga proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya dapat kembali seperti sedia kala, sehingga bisa membuat masa depan Negara Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Aamiin.


Putri Rhamadyna Nyolandra, Penulis adalah Mahasiswa UPI Purwakarta



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Sering Duduk Seharian di Kasur Karena WFH? Ini Tips Agar Tidak Cepat Pegal https://t.co/byDGs7erJS
Anggota DPRD Subang Tantang Kades Pepe Kembalikan Marwah https://t.co/8F2KDKqILI
Sejumlah Masalah Ini Ternyata Bisa Diselesaikan di Atas Ranjang https://t.co/EU5dpWiz7e
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter