FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Sumpah Pemuda dan Kesantunan Berbahasa Kita

Indeks Artikel

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”

Sejarah panjang bangsa ini tidak terlepas dari peran pemuda sebagai aktor utama. Peran pemuda mempunyai andil besar dalam merumuskan cita-cita bangsa. Dahulu, pemuda  menjadi pelopor persatuan nasional yang dirumuskan ke dalam simbol tanah air, kebangsaan dan bahasa persatuan: Indonesia dalam bingkai sumpah pemuda.

Perayaan Hari Sumpah Pemuda ke 92 menjadi berbeda, masa pandemi ini menuntut kita mempunyai kesadaran kolektif tentang semangat persatuan, spirit kebangsaan yang tidak boleh luntur serta kerja-kerja penggunaan bahasa yang santun di berbagai platform media sosial kita. Di masa pandemi ini, banyak cara yang dapat kita lakukan bersama dalam rangka perayaan Hari Sumpah Pemuda, antara lain dengan mengisi berbagai platform media sosial kita dengan tagline kebangsaan, seminar virtual dan mengampanyekan spirit perjuangan pemuda di ranah virtual.

OPINI LAINNYA:

OPINI: Kunci Ketenangan ada Pada Doa

OPINI: Menyoal Tingkat Kesejahteraan Petani

OPINI: Makin Religius di Tengah Pandemi

Hari ini kita melihat, tidak sedikit dari para pemuda kita mengisi media sosial dengan sumpah serapah yang serampangan. Caci maki, komentar kotor, menebar ujaran kebencian, hoaks, teror dan sikap berbahasa yang tidak santun lainnya yang dialamatkan kepada mereka yang tidak sejalan sehaluan dengan pribadinya. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan spirit para pemuda pendahulu kita. Para pemuda dulu, dalam semangatnya sumpah pemuda dapat menyatukan berbagai ragam perbedaan menjadi persatuan. Rasa saling memiliki dan pengakuan terhadap tanah air, bangsa dan bahasa menjadikannya modal utama dalam menyongsong kesadaran dan cita-cita bersama.

Alangkah elok jika hari ini kita menirunya dengan spirit dan reflektif yang sama dalam mengisi kemerdekaan bangsa. Kita bisa mengisinya dengan hal-hal kecil yang ditunjukkan. Berbahasa yang santun, misalnya. Kemajuan satu bangsa tidak terlepas dari para pemudanya. Kita menyadari betul akan pernyataan ini, namun seolah berbanding terbalik jika para pemuda kita dalam keseharian tidak mempunyai kesadaran bersama akan maha pentingnya penggunaan bahasa yang santun.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bagaimanan Cara Menutup Kap Mobil yang Benar, Dijatuhkan atau Ditekan? https://t.co/kCkAKHB0bg
Lagi, Rumah Warga di Majalengka Jebol Dihantam Longsoran Tebing https://t.co/AvYAdpASi5
Mayoritas Positif Covid-19 di Subang Isolasi Mandiri di Rumah https://t.co/jsu1hCgWWR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter