FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Menyoal Tingkat Kesejahteraan Petani

Setiap tanggal 24 September kita senantiasa memperingati Hari Tani Nasional. Peringatan tersebut sejatinya merupakan momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia akan besarnya jasa para petani di negeri ini.

Para petani pada hakikatnya merupakan pahlawan yang juga berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, setiap tahun peringatan tersebut dilakukan setiap waktu pula kita menyaksikan pemandangan miris yang dialami oleh para petani di negeri ini. Adapun tingkat kesejahteraan petani yang tak kunjung membaik merupakan pemandangan yang entah kapan dapat dihapuskan. Bahkan, saat ini masih banyak permasalahan – permasalahan yang dihadapi para petani yang belum bisa diatasi oleh pemerintah. Mulai dari keterbatasan bibit, harga pupuk yang mahal sampai harga jual gabah yang rendah.

Di sisi lain, regulasi yang tidak mendukung kepentingan para petani menjadi hambatan tersendiri bagi para petani untuk bangkit dari keterpurukan. Masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau kawasan pabrik semakin tidak kerkendali sehingga menyebabkan lahan pertanian semakin sedikit.

Ironisnya, jumlah petani saat ini semakin berkurang seiring banyaknya orang yang memilih bekerja dipabrik dari pada menjadi petani. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka jangan heran apabila suatu hari nanti akan terjadi krisis pangan.

Masalah lain yang dihadapi para petani saat ini adalah sarana penunjang seperti irigasi yang masih kurang dan belum merata. Hal ini mengakibatkan petani hanya mengandalkan dari air hujan dan sumur pompa sehingga ketika ketika terjadi musim kemarau sawah – sawah menjadi kekurangan air. Hal tersebut berdampak kepada hasil pertanian yang kurang maksimal.

Selain persoalan – persoalan di atas, harga jual gabah yang tidak sebanding dengan modal  dan pengorbanan yang dikeluarkan oleh petani juga menjadi sandungan bagi para petani dalam menikmati hasil kerja kerasnya. Dalam kondisi seperti ini para petani hanya mendapatkan sedikit keuntungan, bahkan tak jarang merugi terutama saat menderita gagal panen atau hasil panen lebih sedikit daripada yang diharapkan. Adapun rantai distribusi yang terlalu panjang kian memperparah nasib petani sehingga hanya menguntungkan tengkulak saja sedangkan petani hanya kebagian lelahnya.

Akibat kondisi seperti ini para petani indonesia selalu identik dengan warga miskin.  Berbeda halnya dengan kondisi di negara maju dimana para petani sangat dipandang terhormat dan sejahtera hidupnya. Sedangkan kita ketahui petani adalah pahlawan pangan nasional sehingga kita semua harus mendukung petani dan membuat mereka sejahtera di negeri sendiri.

Solusi saat ini yang harus di perhatikan oleh petani untuk mengatasi masalah masalah yang terjadi pada petani saat ini adalah : Pertama, pemerintah harus menaikan harga gabah dalam negeri sekaligus menekan keran import. Jika ini dilakukan maka para petani akan merasakan hasil dari apa yang dilakukannya saat ini sehingga petani kita akan sejahtera hidupnya. Kedua, penyediaan sarana penunjang seperti irigasi dan sarana lainnya harus merata untuk mengatasi masalah peraiaran terutama pada saat terjadi musim kemarau.

Ketiga, Pemerintah harus mampu memotong rantai distribusi. Dengan begitu diharapkapan pemerintah bisa membeli gabah langsung dari petani sehingga keuntungan akan dirasakan petani bukan tengkulak. Keempat, gabah atau beras dari petani diolah dalam kemasan yang  menarik dan berkualitas sehingga bisa menaikan nilai ekonominya. Kelima, pemerintah harus membatasi alih fungsi lahan dan menindak tegas para pelanggar yang merusak lahan lahan produktif untuk pertanian.

Jika solusi tersebut mampu dilaksanakan oleh pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan para petani akan sejahtera hidupnya dan petani akan terpandang seperti dinegara maju.

Hadi Yusup Saputra, Penulis adalah Tim Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Zakat

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bareskrim Tangkap Gus Nur Tengah Malam di Malang https://t.co/CGhvWg9m46
Perpusda Purwakarta Jadi Percontohan di Indoensia https://t.co/lUCvNxh3W8
Fakta atau Mitos: Vagina Bisa Longgar Karena Kebanyakan Berhubungan Seks https://t.co/SSQ5KdIWPn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter