FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kaum Buruh di Mata Islam

Indeks Artikel


Sebagai agama yang membela hak-hak manusia, Islam memberikan perhatian khusus kepada buruh. Islam melindungi hak-hak buruh untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera. Karena tanpa usaha dan kerja keras para buruh, tidak mungkin majikan atau pengusaha bisa menjalankan kegiatan produksi barang atau jasa sendirian.

Dalam Islam, buruh digolongkan sebagai kaum Mustadhafiin. Mustadhafiin adalah sebuah terma yang terdapat dalam Alquran, untuk menggambarkan sekelompok masyarakat yang lemah dan dilemahkan. Lemah dalam arti dia tidak memiliki kedaulatan yang penuh atas dirinya sendiri. Kehidupannya tergantung pada orang lain.

BACA JUGA: Doa yang Dianjurkan Rasulullah di Hari Jum'at

Ketergantungan itu bisa dalam hal ekonomi

(QS An-Nisa [4]:127) Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.

Lemah secara pribadi

(QS An-Nisa [4]:97-98). Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).
Terzalimi oleh kekuasaan

(QS An-Nisa [4]:75). Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”

Secara legal, orang yang digolongkan sebagai kaum lemah antara lain fakir, miskin dan mualaf, maka bagi mereka berhak untuk mendapatkan pembagian zakat.

Buruh atau pekerja dikategorikan sebagai mustadh’afiin menurut konsepsi Alquran, minimal karena dua alasan.

Pertama, posisi mereka sangat lemah secara ekonomi. Kehidupan mereka tergantung pada sang majikan (pemilik modal). Majikan bisa memecat (baca: mem-PHK para buruh kapan saja dengan alasan bangkrut dan berbagai alasan lain).

Kedua, para buruh tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dari pemerintah.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Miliki Kantor Baru, Pemdes Sukamandi Berambisi Optimalkan Potensi Wisata https://t.co/EoIpWJPRFA
Libur Panjang, Polisi di Majalengka Gencar Sosialisasi Prokes di Objek Wisata https://t.co/PKcilOrWEM
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Rawalele Donor Darah https://t.co/60jkMmdmQZ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter